SPIONNEWS.ID, MALUKU – Proyek Maluku Integrated Port (MIP) yang digadang-gadang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) kembali menuai sorotan publik. Ketidakjelasan arah proyek, perubahan titik lokasi yang berulang, hingga status Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani di Osaka, Jepang, kini memantik pertanyaan serius.
Pengamat Kebijakan Publik Maluku, W. Tomson, dalam wawancara dengan awak media menilai Pemerintah Provinsi Maluku belum menunjukkan konsistensi dan kejelasan perencanaan dalam proyek berskala besar tersebut.“Sejak awal publik sudah disuguhi perubahan lokasi yang tidak pernah dijelaskan secara terbuka. Awalnya Ambon, kemudian Waisarisa, sekarang kembali lagi ke Ambon. Ini menunjukkan visi yang tidak terukur dan perencanaan yang lemah,” tegas Tomson, Jumat, (6/2/2026).
Menurutnya, penandatanganan MoU antara Shanxi Sheng’an Mining Co., Ltd. dan PT Indonesia Mitra Jaya (IMJ) di Osaka yang turut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, seharusnya menjadi titik awal kejelasan arah pembangunan MIP, bukan justru menimbulkan kebingungan baru.
“MoU itu untuk Pre-Feasibility Study. Tapi publik tidak pernah mendapat penjelasan apakah MoU itu masih berjalan, dihentikan, atau hanya seremoni politik-investasi semata,” ujarnya.
Tomson menilai, perubahan lokasi dari Waisarisa ke Ambon tanpa penjelasan teknokratis membuka ruang spekulasi publik, sekaligus menimbulkan keraguan atas keseriusan proyek tersebut.
“Jika Ambon yang dipilih, pertanyaannya sederhana: apakah lahannya siap? Energinya cukup? Daya dukung industrinya ada? Jangan sampai PSN hanya jadi jargon tanpa kesiapan riil,” katanya.
Tomson menegaskan, sebagai kepala daerah, Gubernur Maluku memiliki kewajiban moral dan politik untuk menyampaikan secara terbuka status MoU Osaka serta dasar pertimbangan perubahan lokasi proyek MIP.
“Transparansi itu kunci. Tanpa penjelasan resmi, kepercayaan publik akan terus tergerus. Proyek sebesar MIP tidak boleh dikelola dengan pola coba-coba,” tandasnya
Sayangnya belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Maluku terkait kepastian kelanjutan MoU Osaka maupun alasan teknis pemindahan lokasi proyek MIP ke Ambon.
Publik Maluku kini menunggu, apakah MIP benar-benar dirancang sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah, atau hanya menjadi proyek ambisius tanpa arah yang jelas
Editor : EB

