Warga Galunggung Gotong Royong Bersihkan Masjid Sambut Ramadhan, Semua Murni Swadaya

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Menyambut bulan suci Ramadhan warga Galunggung RW 06 Kecamatan, Sirimau, Kota Ambon menunjukkan kekuatan gotong royong yang semakin jarang ditemui. Tanpa proposal, tanpa anggaran, dan tanpa campur tangan dana masjid, masyarakat turun langsung membersihkan masjid dan lingkungan sekitar secara swadaya.

Kegiatan kerja bakti ini melibatkan seluruh warga RT 06/ RW 06, Pembersihan dilakukan menyeluruh, mulai dari area dalam masjid, halaman, selokan, hingga lingkungan sekitar permukiman. Tidak hanya tenaga, seluruh kebutuhan konsumsi seperti makanan dan minuman sepenuhnya ditanggung oleh warga.
“Ini bukan soal apresiasi atau seremoni. Setiap tahun, menjelang Ramadhan, kami memang selalu melakukan bersih-bersih. Masjid dan lingkungan harus bersih semua,” ujar Ketua RW 06 Batu Merah, Mahmud Arif Hentihu, Minggu, 08/02/2026.

Hentihu juga menegaskan, dalam kegiatan ini panitia masjid tidak mengeluarkan dana sepeser pun. Pembelian cat, perlengkapan kebersihan, hingga konsumsi dilakukan murni dari inisiatif dan urunan masyarakat. Bahkan, kata dia, tidak ada anggaran sekadar untuk rokok panitia.
“Ini gotong royong murni. Semua dari masyarakat. Tidak ada dana masjid yang keluar. Tujuan kami satu, menyiapkan masjid sebaik mungkin agar jemaah nyaman beribadah,” tegasnya.

Menurutnya, kebersihan dan suasana masjid Nurul Ihklas menjadi faktor penting dalam memakmurkan rumah ibadah. Masjid yang bersih, imam yang baik, dan suasana yang nyaman akan menarik jemaah untuk datang dan betah beribadah, khususnya selama bulan Ramadhan ini.
“Kalau masjid bersih, suasananya enak, orang akan bilang, ‘Aduh, enaknya ibadah di sini.’ Itu yang kami jaga,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bentuk nyata kepedulian warga terhadap masjid sebagai pusat ibadah dan kebersamaan. Momentum Ramadhan dijadikan pengingat bahwa memakmurkan masjid tidak selalu harus menunggu bantuan, melainkan bisa dimulai dari kesadaran kolektif masyarakat.

Kerja bakti ini sekaligus menjadi cermin bahwa nilai gotong royong masih hidup di Galunggung bukan sebagai slogan, tetapi sebagai praktik nyata yang dikerjakan bersama, dari warga, oleh warga, dan untuk kepentingan bersama, ujarnya. (EB)

Editor : Erwin Banea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *