Wali Kota Baubau Minta Aset PDAM Buton Diselesaikan, KPK Kawal Proses Transisi Secara Transparan

SPIONNEWS.ID, BAUBAU - Pemerintah Kota Baubau terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi tata kelola aset daerah. Pada Rabu (04/03/2026), Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Serah Terima Aset PDAM dan Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di aula lantai dua Kantor Wali Kota Baubau.

Dalam sambutannya, Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Oleh sebab itu, kehadiran KPK adalah momentum krusial untuk menyelesaikan persoalan aset yang telah berlarut-larut sejak pemisahan Kabupaten Buton dan Kota Baubau.

"Kami berharap kehadiran Bapak dari KPK RI dapat kita manfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan Kota Baubau. Fokus utama kami adalah penyerahan aset PDAM Pemerintah Kabupaten Buton yang ada di wilayah Kota Baubau agar segera diselesaikan, mengingat air bersih adalah kebutuhan vital seluruh masyarakat," ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Baubau ini menyoroti dilema operasional dua perusahaan air minum di satu wilayah yang sering memicu perselisihan seperti persoalan teknis di lapangan yang merugikan daerah. Seperti kerusakan infrastruktur dalam perbaikan pipa bocor oleh PDAM Kabupaten Buton yang seringkali merusak jalan di wilayah kota.Apalagi, beban anggaran untuk kerusakan infrastruktur jalan menjadi beban Pemkot Baubau.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas KPK Wilayah Sulawesi Tenggara Direktorat Wilayah IV Basuki Haryono, mengungkapkan, kunjungan kerja di Baubau merupakan bagian dari rangkaian koordinasi di tiga wilayah, yakni Buton Tengah, Buton Selatan, dan Kota Baubau. KPK akan mengawal proses transisi secara transparan.

"Kami ingin mendengar sejauh mana kesiapan PDAM Baubau jika nantinya Kabupaten Buton resmi melepas aset tersebut. Hal ini mencakup kesiapan finansial, manajemen, kondisi teknis di lapangan, hingga kepatuhan terhadap perizinan dan pajak," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Plt Kepala PDAM Kota Baubau Mursiddin, S.Sos memaparkan capaian positif perusahaan yang kini tengah bertransformasi menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda). Dalam dua tahun terakhir, tata kelola PDAM Baubau menunjukkan trend meningkat yang signifikan seperti kesejahteraan pegawai. Saat ini gaji pegawai telah terbayar secara rutin tanpa tunggakan.

Selain itu, kepatuhan pajak sebab seluruh kewajiban pajak air permukaan kepada Bapenda Provinsi yang sempat menunggak selama 3 tahun kini telah lunas 100%. Kemudian, pertumbuhan pelanggan PDAM Baubau terus tumbuh pesat melampaui pertumbuhan pelanggan lama.

Pihaknya berharap agar langkah koordinasi ini menjadi titik terang penyatuan pengelolaan air bersih di bawah satu payung manajemen yang sehat, demi pelayanan prima bagi seluruh warga Kota Baubau.(PPID Diskominfo Baubau)

Editor: Rusly, S.Mn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *