SPIONNEWS.ID, MALUKU – Ketua Umum Aliansi Masyarakat Aru Peduli (AMAP), Randy Walay, kembali angkat bicara terkait dinamika politik dan hukum yang tengah berkembang di Kabupaten Kepulauan Aru. Ia menilai, situasi yang terjadi saat ini harus dilihat secara objektif agar tidak menimbulkan persepsi yang menyesatkan di tengah masyarakat.
Randy secara khusus menyoroti langkah Timotius Kaidel yang dinilainya kooperatif dalam memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Maluku. Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan itikad baik seorang kepala daerah dalam menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Ia menegaskan bahwa kehadiran Bupati Aru dalam pemeriksaan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan cerminan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Dalam sistem demokrasi, kata Randy, setiap pejabat publik memang harus siap menghadapi berbagai konsekuensi, termasuk ketika namanya terseret dalam isu yang berkembang.
Lebih jauh, Randy menilai bahwa riuhnya pemberitaan dan opini yang beredar tidak lepas dari dinamika politik lokal yang masih menyisakan rivalitas. Ia menyebut, ada kecenderungan pihak-pihak tertentu memanfaatkan momentum untuk menggiring opini publik yang berpotensi merusak citra kepemimpinan daerah.
Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu memiliki dasar yang kuat. Menurutnya, proses hukum harus dihormati dan dikawal bersama, tanpa harus menjadikannya sebagai alat untuk menyerang secara politik.
AMAP, lanjut Randy, tetap mendorong agar seluruh elemen di Kepulauan Aru dapat menjaga stabilitas daerah. Ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan pembangunan tetap berjalan dan kepentingan masyarakat tidak terganggu oleh konflik maupun tarik-menarik kepentingan politik.
Editor : EB

