RSUD Buton Selatan, Ikut Lompa PPI SIMILOKA 2025 Wilayah Sulawesi Tenggara

“Tim Penilai, RSUD Buton Selatan, Tergolong Cukup Bagus PPI dan SDM nya”

SPIONNEWS, BATAUGA – Kedatangan tamu dari Provinsi Sulawesi Tenggara terkait dengan kegiatan lomba penerapan PPI Similoka 2025, Versi Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, di RSUD Kabupaten Buton Selatan, 11/10/2025. Aula Kantor RSUD Buton Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi terhadap kualitas penanganan pelayanan rumah sakit yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara.

Tim yang diturunkan oleh pihak persatuan Rumah Sakit Indonesia yang diutus dari Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat 3 orang dokter senior yang melihat lebih dekat terkait berbagai fasilitas yang ada di rumah sakit Daerah Kabupaten Buton Selatan.

Ketika dikonfirmasi Ketua Tim Penilai Lomba PPI SIMILOKA 2025, dr. Kariadi mengatakan “Nanti setelah kita kunjungan ini, tak akan menyampaikan hal-hal yang menjadi pokok penilaian dan kami akan melihat jika perlu ada rekomendasi akan kami keluarkan rekomendasi perbaikan-perbaikan yang ada di RSUD Buton Selatan” ungkapnya.

Ia menambahkan, Hal ini bersifat secara umum dan dilakukan di seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara, Jadi mungkin nantinya bisa menjadi saling tukar informasi, dengan itu kami juga akan merekomendasikan di mana RSUD yang tergolong baik dan rumah sakit yang kurang baik, dimana yang perlu saling sharing informasi bersama, demi kemajuan rumah sakit.

“Kalau untuk Buton Selatan RSUD sudah cukup bagus, karena ini kami cuma mengevaluasi standar akreditasinya saja, memang ada hal-hal yang masih Perlu diperbaiki, sambil berjalan akan terus dievaluasi sampai pada tingkat kesempurnaan, meskipun harus tidak 100%,” tuturnya, pada awak media, Sabtu, 11/10/2025, di depan ruangan jenazah yang ada di RSUD Buton Selatan.

Lebih jauh, tentunya dengan adanya pemeriksaan ini, dan terselenggaranya lomba ini masyarakat bisa melihat lebih dekat terkait dengan pencegahan penularan penyakit, biasanya terdapat di rumah sakit dan itu bisa meminimalisir untuk masyarakat.

“Kemudian untuk dampak-dampak lingkungan juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, jadi semakin Rumah Sakit memenuhi standar akreditas, maka akan semakin baik untuk pelayanan kepada masyarakat” ujarnya, dr. Kariadi.

Ungkapan Senada di Ungkapnya Juga Oleh Plt. RSUD Buton Selatan dr. La Ode Achmad A.M, AIFO K, Mengatakan “Untuk pemeriksaan hari ini itu sudah ada item-itemnya yang diberi, dan ini menyangkut dari PPI, dan dari beberapa pelayanan kebersihan yang ada di RSUD Buton Selatan” ucapnya pada awak media.

Lanjutnya, rumah sakit ini sudah memiliki standar yang dibutuhkan oleh PPI di mana hal itu terlihat dari akreditasi, sehingga bisa mendapatkan layanan dari beberapa fasilitas seperti BPJS Kesehatan, Di mana dalam akreditasi salah satu item dari layanannya PPI.

“Kami selalu mengupayakan setiap bagian rumah sakit selalu melakukan cuci tangan walaupun terlihat hal kecil namun ini merupakan salah satu indikator yang dapat menjadi pencegahan penyakit infeksi di rumah sakit ini” ungkapnya.

Lebih jauh, tim tadi melihat beberapa ruangan dan tempat di mana daur ulang sampah atau layanan, Dari penilaian yang sudah kami nilai sendiri sebelum adanya tim penilai, sudah lumayan bagus daripada Rumah Sakit lainnya, Di mana rumah sakit ini dibangun dengan rapi sesuai alur koordinasi dan spesifiknya.

Pihak Rumah Sakit mengungkapkan layanan rumah sakit sudah hampir 70 sampai 80% terlihat sudah cukup bagus, untuk akreditasi rumah sakit daerah Buton Selatan kategori paripurna.

“Hal ini dapat terlihat karena rumah sakit daerah Buton Selatan ini walaupun bangunannya masih baru Namun layanannya sudah dimulai dari sebelum dipindah waktu berada di wilayah Kelurahan Laompo, sehingga ketika dipindahkan di sini sudah masuk kategori akreditasi paripurna”Hanturnya.

“Kami berharap masyarakat bisa lebih nyaman berada di rumah sakit ini, dan terlihat indah dan bersih, sehingga tergolong dalam ramah kepada masyarakat, karena rumah sakit ini tergolong fasilitas yang cukup lengkap, yang belum ada cuma CT scan” imbuhnya.

Lebih lanjut, “kami berharap masyarakat tidak menganggap bahwa rumah sakit ini tergolong menyeramkan atau sejenisnya sehingga takut untuk ke rumah sakit, namun kenyataannya rumah sakit ini, kami usahakan agar masyarakat benar-benar merasa nyaman dalam menerima layanan kesehatan” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk pak dasar spesialis dokternya di rumah sakit ini ada 4 dokter, ada Dokter beda, Dokter kandungan, Dokter anak dan dokter spesialis penyakit dalam, dan ada juga spesialis jiwa di mana Di rumah sakit lain belum tentu ada.

“Dari hasil pantauan tadi ternyata saya melihat masih banyak yang perlu saya perhatikan dan melakukan komunikasi dengan seluruh pegawai RSUD, dan saya juga mengapresiasi kepala semua anggota sehingga bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya” imbuhnya.

Kata Dr. Aan, dengan adanya penilaian ini kita bisa terus membelah sehingga nantinya bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Tim dokter yang datang sebagai penilai melihat hasil dari berbagai fasilitas terakhir melihat fasilitas pengolahan sampahnya dari sampah cair dan Sampah kering di rumah sakit ini terbilang sangat rapi dan baik, untuk limbah cairnya pun terlihat ikan yang ada di kolam ikan menjadi icon utama dalam menyatakan rumah sakit ini pengelolaan limbahnya bersih dan ramah lingkungan. (Ha).

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *