SPIONNEWS, Kendari – Festival Tunas Bahasa Ibu adalah acara tahunan penting di Indonesia, terutama melalui program Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, untuk melestarikan, merevitalisasi, dan mempromosikan penggunaan bahasa dan sastra daerah di kalangan generasi muda melalui berbagai kompetisi kreatif seperti menulis, membaca, bercerita, dan musikalisasi puisi dalam bahasa daerah.
kegiatan festival ini diadakan mulai dari tanggal 12 sd 14 November 2025, dibuka oleh Pj. Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, diikuti juga Bupati Buton Selatan dan beberapa Kepala Daerah.
Festival ini bertujuan menjadikan siswa sebagai penutur aktif, menumbuhkan kebanggaan budaya, dan menjaga kekayaan bahasa daerah Indonesia dari kepunahan di era modern, sejalan dengan Hari Bahasa Ibu Internasional.
Ketika dikonfirmasi Kadis Kominfo Buton Selatan Nafaruddin menjelaskan , Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios dan Ketua Bunda Literasi Buton Selatan Hj. Siti Norma Adios, menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan festival Tunas Bahasa ibu yang diadakan di Kendari beberapa waktu lalu.

"Bupati Buton Selatan juga ikut melakukan penandatanganan terkait pengembangan literasi bahasa ibu yang ada di wilayah kabupaten Buton Selatan di mana Buton Selatan memiliki beberapa bahasa ibu" jelasnya, Rabu, 13/11/2025.
Ia menambahkan, bahasa Ibu ini adalah bahasa daerah yang biasa digunakan oleh masyarakat lokal untuk berkomunikasi secara tiap hari.
"Bahasa ini memang untuk beberapa generasi di wilayah perkotaan sudah tidak digunakan lagi bahkan ada yang sudah tidak tahu bahasa ibu, seperti bahasa Wolio bahasa cia-cia dan bahasa pancana yang ada di wilayah Kabupaten Buton Selatan" imbuhnya.
Ia menegaskan, dengan adanya kegiatan seperti ini akan memberikan peningkatan mutu literasi dan memperkaya kebudayaan kita yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara.
"Revitalisasi Bahasa Daerah: Mendorong penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.Penguatan Identitas Budaya: Memperkuat rasa cinta dan bangga terhadap kearifan lokal.Menciptakan Generasi Penutur Aktif: Menjadikan anak-anak sebagai penutur bahasa daerah yang baik dan kreatif" ucapnya.
Kata Nafaruddin, adapun perlombaan yang diadakan dalam festival ini yaitu, Lomba menulis (cerpen, aksara daerah).Lomba membaca nyaring dan bertutur.Musikalisasi puisi bahasa daerah.Pertunjukan seni dan budaya.Seminar literasi dan kewirausahaan. dan yang mengikuti dalam lomba ini adalah siswa SMP dan SD.
Bupati Buton Selatan ikut menandatangani dan menjadi salah satu Mitra strategis bersama dengan Balai bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara dan beberapa Mitra lainnya seperti Kota Baubau, sehingga budaya terhadap bahasa Ibu bisa terus dipertahankan.
Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan Hardin, S.Pd , M.Pd, Mengatakan "Hasil pemenang lomba pada Festival Tunas Bahasa Ibu di Hotel Cuba 9 yang dilaksanakan pada tgl 12-14 November 2025 yang berasal dari Kabupaten Buton Selatan, diantaranya 1. SDN 1 BUSOA juara 2 lomba mendongeng bahasa Wolio, 2. SDN 1 Bangun juara 2 lomba menulis cerpen bahasa Wolio, 3. SDN 2 BUSOA juara 1 lomba pidato bahasa Wolio4. SMPN 1 Batauga juara 1 lomba kabhanti bahasa Wolio, 5. SMPN 1 Batauga juara 2 lomba drama tunggal bahasa Wolio, 6. SMPN 1 SAMPOLAWA juara 1 lomba mendongeng bahasa Wolio, 7. SMPN 1 SAMPOLAWA juara 1 lomba pidato bahasa Wolio, 8. SMPN 1 SAMPOLAWA juara 2 lomba menulis cerpen bahasa Wolio. ( Ha)
Editor : Harry

