“Kondisi Kritis Akibat Penyumbatan Pembuluh Darah Otak, Orang Tua Serli Butuh Bantuan Pemda Buton Selatan Fasilitasi Rujukan ke RS Wahidin Makassar”
SPIONNEWS, SIOMPU – Seorang anak perempuan berusia 7 tahun asal Desa Nggula-nggula, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, bernama Serli, kini tengah berjuang melawan sakit akibat penyumbatan pembuluh darah di otak. Saat ini Serli tengah menjalani perawatan di RSUD Palagimata, Kota Baubau.
Kondisinya yang kian memburuk membuat pihak keluarga sangat berharap pada uluran tangan dari semua pihak, utamanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan untuk memfasilitasi percepatan rujukan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Ibu Serli, Yatri menceritakan awal mula anaknya mengalami demam tinggi disertai kejang selama satu jam sehingga sempat dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) setempat guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kondisi Serli semakin memburuk mengharuskannya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gajah Mada Buton Selatan dan menjalani perawatan selama enam hari lamanya. Serli sempat dinyatakan pulih dari sakitnya oleh pihaknya RSUD Gajah Mada Buton Selatan sehingga dapat dipulangkan.
Selang tiga hari kemudian kondisi Serli justru menurun yang disertai demam tinggi, Yatri menuturkan pada pukul 08.00 pagi Serli masih dapat berbicara namun satu jam kemudian, pukul 09.00 pagi Serli mengalami kesulitan dalam berkomunikasi hingga saat ini dirawat RS Palagimata.
“Enam hari dirawat di RSUD Buton Selatan, dia sempat dinyatakan sembuh,” ungkap Yatri saat ditemui telisik.id, Kamis (5/2/2025).
“Jam 8 pagi masih bisa bicara normal, tapi tiba-tiba jam 9 malam dia sudah tidak bisa bicara lagi sampai sekarang,” lanjutnya.
Pada 28/1/2025 Serli dilarikan ke RSUD Palagimata Kota Baubau untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Yatri menuturkan, selama tiga hari dirawat di RSUD Palagimata, Serli mengalami gangguan tidur yang tidak wajar yang mana ia tak mampu memejamkan matanya.
Saat ini, Serli hanya bisa merespons melalui rintihan. Kemampuannya untuk memanggil mama telah hilang sepenuhnya. Kondisi fisiknya pun kian melemah, memaksa bocah malang ini bergantung sepenuhnya pada tabung oksigen untuk tetap bernapas.
“Paling hanya rintihan kalau bicara, panggil Mama pun sudah tidak bisa lagi,” ucap Yatri.
Serli telah menjalani perawatan selama 9 hari di RSUD Palagimata, namun sebab terdapat penyumbatan pembuluh darah pada bagian otak membuat Serli harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan spesialis saraf yang lebih komprehensif.
Saat ini pihak keluarga tengah menunggu balasan permohonan ketersediaan ruang perawatan, namun sampai saat ini belum ada balasan resmi yang diterima oleh pihaknya, maupun konfirmasi lanjutan dari RSUD Palagimata.
Kecemasan Yatri dan suaminya, Irsat, memuncak mengingat kondisi buah hati semata wayang mereka yang tidak memungkinkan untuk menunggu lama di penginapan atau indekos saat tiba di Kota Makassar nanti.
Mereka membutuhkan kepastian agar saat tiba di Kota Makassar, Serli bisa langsung masuk ke ruang perawatan rumah sakit tanpa hambatan administrasi apapun.Mereka sangat berharap Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, dalam hal ini Bupati dapat turun tangan untuk membantu memfasilitasi kemudahan rujukan perawatan Serli.
“Kami berharap pak Bupati bisa bantu fasilitasi kemudahan rujukan Serli ke RS Wahidin, jujur kami tidak bisa menunggu di kos-kosan karena begitu sampai di Makassar harus langsung dibawa ke Rumah Sakit karena dia tidak bisa lepas dari oksigen,” ujarnya. (**)
Editor: Harry

