(OASE ZAMAN)
Oleh : Lukman *
(*Dokter Spesialis
Penyakit Dalam & Praktisi Kesehatan Masyarakat di kota baubau)
I. Pendahuluan: Puasa dalam Integrasi Teologi dan Sains
Puasa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah perintah Ilahi yang menyimpan mukjizat kesehatan multidimensional.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 184).
Hal ini juga disampaikan oleh Rasulullah SAW: “Berpuasalah niscaya kamu akan sehat” (HR. Thabrani).
Secara klinis, pesan-pesan teologis ini diterjemahkan sebagai modalitas TERAPI NON-FARMAKOLOGIK TERTUA yang berfungsi merestorasi sistem biologis manusia secara sistemik (Mattson et al., 2018).
Dalam lintasan sejarah kedokteran, Bapak Kedokteran Modern Ibnu Sina (Avicenna) telah mengadopsi prinsip ini dengan menyatakan bahwa “Puasa adalah obat dari segala obat,” di mana beliau secara rutin meresepkan puasa sebagai intervensi utama bagi pasien dengan penyakit kronis (Nasser et al., 2009).
Kini, sains modern memvalidasi praktik tersebut melalui fenomena Ramadhan yang dijalankan oleh sekitar 1,9 miliar umat Muslim di seluruh dunia (Hassanein et al., 2022). Ramadhan merupakan periode yang sangat spiritual bagi komunitas Muslim, yang melibatkan penahanan diri dari asupan nutrisi selama 11 hingga 20 jam sehari tergantung pada lokasi geografis (Lessan & Saad, 2019).
Di daerah kita, Kota Baubau, durasi puasa yang stabil selama kurang lebih 13 jam memberikan ritme sirkadian yang ideal bagi tubuh untuk melakukan rekayasa metabolik secara alami (Ibrahim et al., 2020).
II. Mekanisme Kedalaman Metabolisme: Keton sebagai Bahan Bakar Super
Transisi metabolik selama Ramadhan merupakan proses adaptasi biokimia yang sangat efisien dalam menjaga keseimbangan energi (Antoni et al., 2018). Pada kondisi normal, tubuh berada dalam fase anabolik di mana glukosa(baca:gula) menjadi substrat utama. Namun, setelah melewati 12 jam berpuasa, cadangan gula (glikogen) di hati mulai menipis (Lessan & Saad, 2019).
Kondisi ini memicu penurunan rasio insulin yang kemudian mengaktifkan pemecahan lemak menjadi asam lemak bebas (Faris et al., 2012). Asam lemak ini ditranspor ke hati untuk menjalani proses Ketogenesis, yang menghasilkan benda keton seperti beta-hidroksibutirat (BHB) (Newman & Verdin, 2017).
BHB bukan sekadar energi cadangan, melainkan “bahan bakar super” dan molekul pemberi sinyal (signaling molecule) yang kuat untuk proteksi sel (Newman & Verdin, 2017). Saat kadar keton meningkat, mereka melintasi sawar darah otak untuk menyediakan energi bagi neuron secara lebih efisien dan bersih karena menghasilkan radikal bebas yang lebih sedikit dibandingkan glukosa (Hassanein et al., 2022). Proses ini juga merangsang faktor pertumbuhan saraf (BDNF) yang meningkatkan ketahanan saraf terhadap stres (Mattson et al., 2018).
Selain itu, puasa memicu AUTOFAGI, sebuah mekanisme “pembersihan mandiri” di mana sel-sel mendaur ulang protein rusak menjadi komponen baru yang sehat (Bagherniya et al., 2018).
III. Manajemen Diabetes: Standar PERKENI & ADA 2025
Bagi pasien diabetes, puasa Ramadhan harus dikelola dengan presisi medis tinggi untuk menghindari komplikasi akut seperti hipoglikemia (American Diabetes Association [ADA], 2025). Berdasarkan rekomendasi PERKENI, setiap pasien wajib menjalani evaluasi risiko minimal 6-8 minggu sebelum Ramadan (PERKENI, 2021). Pemeriksaan gula darah mandiri tetap diwajibkan sebagai bagian dari keselamatan pasien dan secara konsensus tidak membatalkan puasa (Hassanein et al., 2022).
ADA 2025 menegaskan bahwa puasa wajib segera dibatalkan jika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL (ADA, 2025). Penggunaan teknologi Continuous Glucose Monitoring (CGM) sangat disarankan bagi pasien risiko tinggi untuk memantau fluktuasi glikemik secara real-time (Ibrahim et al., 2020). Penyesuaian dosis obat, terutama pengurangan dosis golongan Sulfonilurea serta pemantauan hidrasi yang ketat pada pengguna SGLT2 inhibitors, menjadi kunci keberhasilan puasa yang aman (ADA, 2025).
IV. Ramadhan: Diklat Kedamaian di Kota Baubau
Puasa Ramadan direkomendasikan bukan hanya dari sisi biologis, namun juga menyentuh aspek hidup psikososial yang luas (Adawi et al., 2019). Di penjuru dunia umumnya dan Di Kota Baubau khususnya bulan suci ini berfungsi sebagai “diklat” menyeluruh dalam menciptakan kedamaian yang utuh melalui regulasi emosi dan penurunan hormon stres kortisol (Afandi et al., 2021). Aktivitas spiritual kolektif; sholat tarawih berjamaah, tadarus alquran dll, dan kedermawanan sosial di tengah masyarakat Baubau memperkuat kohesi sosial serta memberikan efek protektif terhadap kesehatan mental (Ali et al., 2021). Ramadhan menciptakan ekosistem kesehatan holistik di mana ketenangan jiwa mendukung pemulihan fisik secara paralel (Saad et al., 2021).
V. Kesimpulan
Ramadhan adalah wujud nyata dari kebenaran Firman Allah dan Sabda Nabi SAW yang terbukti secara sains. Sebagaimana filosofi penyembuhan Ibnu Sina yang kini divalidasi oleh standar medis terbaru PERKENI dan ADA 2025, puasa adalah instrumen kesehatan paling komprehensif yang pernah dikenal manusia. Bagi masyarakat di Kota Baubau, menjalankan puasa dengan landasan iman dan ilmu pengetahuan akan mengantarkan kita pada derajat kesehatan yang paripurna serta kedamaian yang sejati.
Daftar Pustaka :
ADA. (2025). Standards of Care in Diabetes—2025. Diabetes Care Journal.
PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan DM Tipe 2 di Indonesia saat Puasa.
Mattson, M. P., et al. (2018). Effects of Intermittent Fasting on Health. The New England Journal of Medicine-(NEJM).
Hassanein, M., et al. (2022). Diabetes and Ramadan: Practical Guidelines. Iinternational Diabetes Federation-(IDF)
Newman, J. C., & Verdin, E. (2017). β-Hydroxybutyrate: A Signaling Metabolite. Annual Review of Nutrition.
Bagherniya, M., et al. (2018). The effect of fasting on autophagy and injury. Ageing Research Reviews.
Nasser, M., et al. (2009). Avicenna’s Canon of Medicine. Journal of Cancer Research.
Ibrahim, M., et al. (2020). Management of Diabetes During Ramadan.The British Medical Journal )- BMJ Open Diabetes Research.

