Bupati Adios, Di Undang Sebagai Tokoh Masyarakat di Lapandewa

SPIONNEWS, LAPANDEWA – Bupati Buton Selatan hadir bersama dengan ibu Bupati dalam acara halal bi halal keluarga besar di Waburi Part Minggu, 5/4/2026, bersama dengan Sekda Buton Selatan dan ketua Drama Wanita Buton Selatan.

Kegiatan ini sebagai bentuk ikatan silaturahmi yang ada di keluarga besar kecamatan Lapandewa, hadir juga para tokoh adat dan tokoh masyarakat beserta dengan masyarakat yang sempat hadir dalam acara tersebut.

Dalam Sambutannya, Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, Menuturkan,
Pisang emas dibawa berlayar masak sebiji di dalam peti otak emas dapat dibayar tetapi utang Budi dibawa mati.

Bupati Buton Selatan, berpesan, Jadi dalam hidup ini tidak ada tali yang paling kuat, selain tali silaturahmi, tidak ada pintu yang paling kokoh selain pintu hati tidak ada hutang yang paling besar yaitu hutang Budi.
Makasih lama kita masih hidup maka berpikirlah berbuatlah baiklah dan tegakkan salatmu seakan-akan engkau mati besok tetapi ketika kita berbicara politik dan bisnis akan kita hidup 1000 tahun.

“Jadi kita harus bersyukur hari ini kita masih menikmati hidup ini daripada kita tinggal dalam penjara, kamu hati-hati ikuti rambu-rambu banyak istighfar jangan kita memperkaya diri dalam menjabat itu di era sekarang sudah tidak sama dengan dulu” Imbuhnya.

Kata Adios, sekarang ini media segala macam udah tidak ada kebebasan saling menjatuhkan bukan saling menyapa tentang kebaikan hari ini orang yang baik dibilang jangan percaya, kau lagi orang yang tidak baik itulah yang baik.

Maka hati-hatilah untuk era sekarang, kalau dulu apa kata orang tua kita dengan kata pamali kita sudah takut,

Ucap Bupati, Kita juga harus melihat para Sultan kita yang ada di Buton tidak ada yang kaya raya, kalau di tempat lain mungkin, karena mereka memegang teguh amanat orang tua terdahulu.

“Coba kita melihat kalau sekarang ini benteng Keraton kalau kita anggarkan kira-kira berapa anggarannya” tanya Adios,

Lanjutnya, mereka tidak pernah memamerkan bahwa dulu sekian besar anggarannya, dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, akhirnya benteng Keraton dan sekarang menjadi benteng terbesar di dunia yang saat ini ada di Keraton, pernahkah kita berpikir seperti itu.

“Saya saja ini selalu berpatokan kepada pesan leluhur, “Bolimo Karo So Manamo Lipu”, Jangankan kepentingan diri dari pada negeri” ucapnya.

Menurut Bupati Buton Selatan, menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya untuk negeri, dirinya berpesan bahwa anggaplah dirinya sebagai saudara, bila yang lebih tua anggaplah dirinya sebagai adik, dan bila yang usianya lebih mudah darinya anggaplah bupati Adios sebagai kakak, karena ia tak merasa menjadi Bupati.

Cerita Adios, di undang dalam acara tersebut sebagai tokoh masyarakat, karena kakek ku, mantan Kapitalau, setelah itu ia menjadi Parabela di Wapulaka, dirinya hijrah ke Binongko.

“Saya diberikan kesabaran itu, tak pernah marah, mungkin karisma itu jatuh kepada saya, sekalipun anda hujat saya, saya hanya jawab dia hanya berzikir kepada saya” imbuhnya. (**)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *