SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Pilkada kali ini, menghadirkan berbagai sosok Bakal Calon Bupati yang memiliki berbagai karakter dan konsep dalam mengembangkan Buton Selatan ke depan.
Banyaknya sosok bakal calon bupati ini, ada sosok muda yang memiliki latar belakang pendidikan hukum, sangat peduli terhadap loyalitas masyarakat agar bisa berkembang dengan konsep yang nyata dan memiliki keberanian yang tinggi.
Ketika dihubungi melalui via wa, Bakal Calon Bupati Buton Selatan, Hardodi mengatakan; “Buton Selatan itu merupakan daerah baru, baru mekar ada banyak hal yang belum dilakukan, sehingga butuh orang yang punya konsep dan siap untuk mengeksekusi, Buton Selatan kalau ingin maju dia tidak butuh orang yang hanya seorang pemimpin yang punya konsep,” imbuh sosok yang memiliki gelar doktor itu.
Tuturnya lagi, tapi tidak punya keberanian untuk mengeksekusi, dan Insya Allah dirinya memiliki keberanian dan memiliki konsep serta keberanian untuk mengeksekusi, contohnya RT dan RW di Buton Selatan dari awal mekar menjadi Buton Selatan sampai hari ini belum jadi, Nah kenapa bisa seperti ini?
“Nah kemudian ada banyak kebijakan-kebijakan lain seperti masalah lahan di Sampolawa, ini tidak bisa diturunkan statusnya ini kenapa?,” tanyanya.
Tegasnya, kemudian belum adanya infastruktur seperti masalah keberadaan instansi yudikatif misalkan, ini juga tidak dilakukan, sehingga dirinya merasa bahwa Buton Selatan sangat membutuhkan sosok, yang memiliki kemampuan untuk mengeksekusi suatu kebijakan tidak hanya sebatas mengkonsep tapi tidak ada pengaruhnya untuk mengeksekusi.
“Jadi Insya Allah kami menyiapkan diri, selain memiliki konsep kami punya keberanian, punya landasan hukum, karena background kami di hukum, maka Insya Allah kami tahu bagaimana cara mengeksekusinya seperti apa!,” serunya.
Lanjutnya, latar belakang dirinya sebagaii loyer, ia terbiasa dengan melihat masalah itu dari akar masalahnya, lalu kemudian melihat bagaimana solusinya untuk dieksekusi.
“Sehingga ini menjadi modal besar kami untuk membangun Buton Selatan ke depan, kita cari akar masalahnya, kita ramu, gimana kemudian kita eksekusi, ” tegasnya.(*)
Liputan Khusus : Hariyadi Pimred.

