SPIONNEWS.ID, Maluku – Jembatan yang belum selesai dibuat, mengakibatkan Jalan Lintas Seram belum bisa disebrangi oleh kendaraan bermotor, baik kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat pada Kamis (11/7/2024).

Kejadian ini membuat Tokoh Pemuda Seram angkat bicara, Fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Maluku, Fadel Rumakat mengatakan; “Kami menilai kinerja Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BPJ2N) Maluku tidak bekerja maksimal dalam melakukan perbaikan infrastruktur di wilayahnya dan sudah berulang kali institusi ini mengecewakan masyarakat karena tidak efektif dalam memperbaiki kerusakan jalan dan jembatan terutama yang ada di Pulau Seram, dimana masih banyak yang mengalami kerusakan namun pihak BPJ2N ini sengaja menutup mata dari persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Pulau Seram sebab ada beberapa daerah yang jembatannya masih menggunakan batang pohon kelapa. Hal ini perlu disikapi secara serius oleh pihak Balai dengan arif dan bijak,” tegas KNPI muda ini.
Fadel pun melanjutkan, di beberapa tahun terakhir ini banyak jalan ambruk dan jembatan yang ada di Pulau Seram sejak tahun 2023 dan sudah ditangani oleh pihak BPJ2N Maluku, namun belum tuntas. “Proses perbaikan di lapangan tidak maksimal sehingga banyak terjadi kerusakan jembatan. Padahal jalan dan jembatan tersebut merupakan jalur utama trans Seram dan menjadi urat nadi ekonomi masyarakat Seram tentunya,” imbuh Fadel.
Dirinya pun melanjutkan penilaiannya, bukan hanya proses perawatan jalan dan jembatan saja yang tidak maksimal namun sejumlah jalan maupun jembatan yang ada di Pulau Seram mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor. “Hal ini menunjukan matrial bahan dan kualitas pekerjaan yang tidak baik dan tidak sesuai, sehingga kami tidak percaya lagi terhadap kinerja pihak BPJ2N Maluku,,” tegasnya.
Pemuda kelahiran Seram ini pun menambahkan, untuk wilayah Maluku banyak terjadi kerusakan jalan dan jembatan yang belum tentu diselesaikan secara baik dan dalam tempoh waktu yang cepat dan tepat, terlebih khusus dalam membangun jalan yang menghubungkan daerah-daerah kontinental secara utuh.
Oleh karena itu, masih kata Fadel, dengan berbagai kondisi yang hari ini terjadi baik pada jalan maupun jembatan maka dirinya menilai pihak BPJ2N Maluku belum sepenuhnya bekerja secara maksimal sementara anggaran pemeliharaan jalan dan jembatan cukup besar. “Hal ini dapat menimbulkan kecurigaan serta dugaan kuat bahwa ada sesuatu yang tidak beres di lingkungan Balai Jalan dan Jembatan di wilayah Maluku ini,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, mewakili DPD KNPI Maluku dan Organisasi Cipayung, Fadel Rumakat mengecam keras pihak BPJ2N Maluku. “Atas dasar itulah kami melayangkan tuntutan kepada pihak BPJ2N Maluku sebagai berikut :
- Kami mendesak Kepala Balai Jalan Dan Jembatan Provinsi Maluku harus di copot dari jabatannya;
- Kami mendesak kepada pihak Kepolisian RI untuk mengusut tuntas proyek-proyek Balai dan Jembatan yang masih mangkrak di Pulau Seram;
- Kami mendesak Pihak Balai Jalan dan Jembatan untuk transparansi anggaran pemeliharaannya;
- Kami mendesak Kepala Balai untuk mengevaluasi semua satuan kerja (satker) yang saat ini sedang beraktivitas di Pulau Seram.
- Jika pihak Balai tidak menanggapi secara serius atas tuntutan kami, maka dipastikan kami akan kembali dengan masa aksi yang lebih besar.” Tegas Fadel Rumakat.
Sementara itu, hingga berita ini dilansir, wartawan spionnews.id belum berhasil mengkonfirmasi Kepala BPJ2N Maluku terkait persoalan tersebut. Semoga hak jawabannya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terima kasih. ***
Liputan : Erwin
Editor : Harry dan RAL

