SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Belum lama ini, SMA Negeri 1 Sampolawa didemo oleh puluhan Mahasiswa dan Masyarakat terkati adanya dugaan tindakan kepala sekolah yang tidak melakukan transparan terhadap penggunaan Dana BOS, serta tidak membuat RKAS, sehingga membuat masyarakat merasa curiga, ada dugaan Kepala Sekolah melakukan penyelewengan anggaran Dana BOS.
Aksi demonstrasi itu digelar pada Selasa, 10/09/2024 oleh Aliansi Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Sampolawa, yang dilandasi dari desas-desus tentang keadaan lingkungan pendidikan di SMA Negeri 1 Sampolawa.
Dalam rangka memastikan keberlangsungan, pencerdasan kehidupan bangsa, yang merupakan tanggung jawab kita bersama.
Menurut Korlap 1, Ahmad Saban mengatakan; “Kondisi ruang lingkup internal sekolah berbanding lurus dengan prestasi-prestasi sekolah dan pertumbuhan Sumber Daya Manusia Sampolawa. Maka dari itu, menjadi perhatian dan tanggung jawab kita untuk memastikan kestabilan dan optimalisasi proses belajar mengajar di sekolah,” ujarnya.
Lanjutnya; “Kami hari ini, turun ke sekolah, untuk melakukan aksi protes sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kami. Kami menolak segala bentuk penyimpangan yang mungkin saja terjadi seperti kepemimpinan yang otoriter (sewenang-wenang) dan indikasi penyalahgunaan dana BOS, serta perkataan tidak etis yang disampaikan oleh seorang guru, dimana mereka adalah pendidik profesional,” ungkapnya.
Hal sendana juga diungkap oleh Korlap 2, L,M. Darmin. Dirinya mengatakan; “Kami sangat menyayangkan, kehadiran kami untuk menyuarakan aspirasi, namun kami disambut di luar gerbang oleh pihak guru dan pengamanan (ketat dari Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja, Red),” tuturnya.
Katanya, sempat terjadi baku dorong antara masa aksi dan pihak pengamanan dikarenakan masa aksi yang berupaya untuk masuk ke halaman sekolah.
“Permintaan dari kami untuk bertemu, namun kami hanya dimintai 4 orang untuk bertemu di dalam ruangan kepala sekolah, sedangkan masa aksi menginginkan adanya keterbukaan informasi,” haturnya.
Dirinya berharap hal seperti itu tidak akan terjadi lagi di kemudian hari; “Kami meminta untuk bertemu di aula dengan pihak terkait, baik dewan guru, komite sekolah, pimpinan sekolah, serta siswa-siswi SMA Negeri 1 Sampolawa (OSIS) agar teman-teman masa aksi bisa mendengarkan informasi secara terbuka,” imbuhnya.
Menurutnya, mereka mencurigai ada sesuatu yang sedang disembunyikan di dalam internal sekolah. “Karena bahkan kehadiran kami sampai membuat adik-adik siswa-siswi tidak mendapatkan jam istrahatnya selama proses pembelajaran di sekolah. Setelah perdebatan panjang, kami masa aksi diterima di ruangan dewan guru untuk hearing,” terangnya.
Diungkapkannya, di dalam hearing itu disimpulkan bahwa; “Pelaksana tugas kepala sekolah mengakui bahwa tidak mengadakan rapat komite dari bulan Januari s/d Juli (pembahasan mengenai RKAS), serta tidak menempelkan papan informasi dana BOS, kemudian tidak ada pembahasan mengenai RKAS kepada guru-guru dari bulan Januari- Juni (Cacat prosedural dalam mengelola dana BOS),” tandasnya.
Lanjutnya; “Pelaksana tugas kepala sekolah mengakui bahwa benar ada kalimat “buka jilbab mu jadikan lap” pernyataan ini disampaikan kepada siswinya dikarenakan faktor emosional saat kerja bakti untuk siswi yang tidak membawa lap,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Mahasiswa unjuk rasa tidak menginginkan Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Sampolawa memimpin sekolah itu, apalagi di-SK-kan sebagai kepala sekolah definitif di SMA Negeri 1 Sampolawa. Pasalnya, dari berbagai pertimbangan bahwa, selama hearing itu berlangsung yang cukup alot dan panjang dari sekitar pukul 13:00 – 17:43 WITA. “Permintaan kami yang tidak menginginkan Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Sampolawa sebagai definitif, dan kemudian kami mendengar adanya pernyataan dari Pelaksana Tugas Kepala SMA Negeri 1 Sampolawa bahwa secara pribadi dia tidak menginginkan jabatan ini, namun tergantung putusan pimpinan,” tutupnya, seraya menambahkan..
Salam perubahan,
Peduli SDM “Lebih baik jadi serigala sehari dari pada domba seumur hidup”.
Liputan: Tim SN


waduh,.. kan tinggal suruh ambil tugas yg lain bu, nda perlu sampai suruh lepas jilbab untuk dijadikan lap