SPIONNEWS.ID, Baubau – Dalam rangka mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta poin ke-13 mengenai aksi iklim, UMU Buton bekerja sama dengan SDN Topa dan Kelurahan Topa meluncurkan program “Pesan Berantai Peduli Lingkungan”.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran siswa dan masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui edukasi dan tindakan nyata.
Program ini diisi dengan rangkaian kegiatan sosialisasi yang diadakan di SDN Topa dan Kelurahan Topa, dilanjutkan dengan implementasi pemilahan sampah organik dan non-organik di lingkungan sekolah dan Pengelolaan Sampah menjadi bahan bermanfaat di Kelurahan Topa, serta penyerahan buku ajar bertema lingkungan bagi siswa SDN Topa.

Kegiatan pertama dimulai dengan sosialisasi yang diadakan di SDN Topa dan Kelurahan Topa, yang melibatkan siswa, guru, serta masyarakat setempat. Sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarkan pesan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui praktek sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta menjaga kebersihan tempat tinggal.
Kepala Sekolah SDN Topa, Ibu Muslima, S.Pd. SD dalam sambutannya menekankan bahwa pesan berantai ini diharapkan bisa menciptakan efek domino di mana setiap individu yang terlibat dapat menyebarkan pesan kepedulian lingkungan kepada orang lain.
“Kami ingin siswa-siswa SDN Topa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga membawa pulang pesan penting untuk merawat lingkungan dan menyampaikannya kepada keluarga dan teman-teman mereka,” ujar Ibu Nurhayati, belum lama ini.

Selain itu, Lurah Topa, Bapak Yusri Syarifuddin, ST, menambahkan bahwa peran masyarakat dalam menjaga lingkungan sangatlah penting. “Kami di Kelurahan Topa mendukung penuh program ini dan berharap kesadaran ini akan meluas di kalangan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat,” tegasnya.
Setelah sosialisasi, kegiatan berlanjut dengan praktek pemilahan sampah organik dan non-organik di lingkungan SDN Topa. Dalam kegiatan ini, pihak sekolah menyediakan tong sampah berwarna yang memudahkan siswa dalam memisahkan jenis-jenis sampah.

Tong sampah hijau digunakan untuk sampah organik berupa sampah dedaunan, Tong Sampah Biru digunakan untuk Sampah non-organik berupa berbagai macam plastik sedangkan tong sampah kuning untuk sampah non-organik berupa sampah kertas.
Para siswa diajarkan untuk memahami perbedaan antara sampah organik, yang bisa diolah menjadi kompos, dan sampah non-organik yang memerlukan pengelolaan khusus, seperti daur ulang. Kegiatan ini dipandu oleh para guru dan dibantu oleh petugas kebersihan sekolah.

Salah satu siswa, kelas 4 yang egan namanya dipublikasikan, dengan antusias mengatakan, “Sekarang saya tahu cara memilah sampah. Sampah daun-daun masuk ke tong hijau, dan plastik masuk ke tong kuning. Saya akan melakukannya juga di rumah,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, pihak sekolah menyerahkan buku ajar bertema lingkungan kepada seluruh siswa. Buku ajar ini berisi panduan tentang pengelolaan sampah, pentingnya daur ulang, serta tips sederhana dalam mengurangi polusi.
Dengan adanya buku ini, siswa diharapkan bisa menerapkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari dan membagikan ilmunya kepada keluarga serta teman-teman.
Program “Pesan Berantai Peduli Lingkungan” ini mendapat sambutan positif dari siswa, guru, dan masyarakat setempat. Anak-anak jadi lebih peduli dengan kebersihan lingkungan. Semoga kegiatan ini bisa berlanjut dan menjadi kebiasaan baik bagi kita semua.
Dengan adanya program ini, SDN Topa Kota Baubau berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan generasi yang peduli terhadap lingkungan sekitar. (*)
Liputan : Tim Redaksi SN
Editor : Rusly, S.Mn.

