
SPIONNEWS.ID, Busel -Proses Pendaftaran Ketua KONI Kabupaten Buton Selatan menuai kritik tajam dari Ketua Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat (GEMPAR) Sulawesi Tenggara, Yayat Hidayat, menyoroti berbagai kejanggalan yang terjadi dalam pelaksanaan pendaftaran tersebut, mulai dari lokasi sekretariat yang tidak berada di wilayah Buton Selatan hingga tingginya biaya pendaftaran yang dinilai tidak wajar.
Menurut Yayat, sekretariat KONI Buton Selatan yang berlokasi di Kota Baubau mencerminkan kurangnya keberpihakan terhadap masyarakat Buton Selatan.
“Jika bicara soal KONI Buton Selatan, seharusnya semua proses, termasuk tahapan pemilihan, dilakukan di Buton Selatan. Ini penting agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan olahraga di daerah kita,” ujarnya.

Selain itu, Yayat juga mempertanyakan biaya pendaftaran yang fantastis. Ia menilai tingginya biaya ini tidak sejalan dengan semangat transparansi dan keadilan dalam proses pemilihan.
“Kami ingin tahu, untuk apa sebenarnya anggaran sebesar itu digunakan? Apakah sesuai dengan asas manfaat bagi olahraga di Buton Selatan?”ungkapnya.
Lebih jauh, GEMPAR Sultra juga menyoroti kebijakan panitia seleksi yang membuka pendaftaran secara umum tanpa mempertimbangkan domisili calon. Hampir seluruh calon Ketua KONI yang mendaftar berasal dari luar Buton Selatan, yang menurut Yayat, tidak memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi olahraga di daerah tersebut.
“Kami mendesak agar proses seleksi dibatasi untuk putra-putri daerah Buton Selatan yang benar-benar memahami kebutuhan olahraga di sini. Hal ini demi kemajuan cabang olahraga lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Sebagai bentuk protes, GEMPAR Sultra berencana mengajukan surat pemberitahuan aksi (SP) ke Polres Buton dalam waktu dekat. Mereka siap menggelar demonstrasi besar-besaran untuk menuntut perbaikan proses pemilihan Ketua KONI Buton Selatan. “Kami tidak akan tinggal diam. Potensi olahraga di Buton Selatan harus dikelola oleh orang-orang yang benar-benar memahami dan peduli. Kami akan terus mengawal ini demi kemajuan olahraga daerah,” tutup Yayat.

Kritik dari GEMPAR Sultra ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemda Buton Selatan, khususnya Penjabat (Pj) Bupati Buton Selatan, agar segera mengambil langkah tegas untuk memastikan proses pemilihan Ketua KONI berjalan sesuai dengan prinsip transparansi, keadilan, dan keberpihakan pada masyarakat lokal.( LM)
Editor: Harry.





