SPIONNEWS, Batauga – Kegiatan budaya dalam bentuk mulai kurang hal ini terungkap dari beberapa tokoh adat dan beberapa masyarakat adat yang sering melakukan kegiatan budaya dalam hal ini adat istiadat lokal di wilayah kabupaten Buton Selatan.
Ketika ditanyakan salah satu warga yang tinggal di pesisir pantai lingkungan Bandar Batauga Wa Anti, mengungkapkan, Dulu di tahun musim barat, biasa ada acara adat Antona Laut, beberapa orang tua kampung mengajak warganya untuk menyediakan talang setiap rumah, dan membawa talang tersebut di pinggir laut, setelah di bacakan doa oleh orang tua kampung, planto nya, akan di lepas di laut, dan talang yang sudah di sediakan akan di makan oleh warga Bandar Batauga” ungkapnya, Senin, 20/1/2025.
Lanjutnya, Sekarang orang tua yang biasa planto laut, sudah meninggal semua, terakhir tahun 2022 lalu, orang tua, di Lingkungan Kalagana yang buat acara tersebut, tapi karena sudah meninggal, sudah tidak ada lagi yang buat.
Menurut salah satu tokoh adat, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan sekarang saya sering di datangi oleh kerabat yang sakit, untuk di bacakan doa kalelei, (sejenis penyakit dalam bahasa adat).
“Kalau saya tidak salah ingat, orang tua saya pernah bilang, bila kita sudah masuk musim barat atau musim timur, biasanya kita buat planto na laut dan planto na gunung, dalam bahasa adat yang sederhana disebut, kasih makan laut dan kasih makan gunung, selain untuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan dan alam yang telah memberikan kita hasil laut dan hasil gunung” Tuturnya, kepada awak media di rumahnya Kel. Lakambau.
Raperda Busel Gerak Cepat Pelayanan Publik Digital Dari Desa
Ia menjelaskan, planto na laut dan planto na gunung, jadi salah satu cara agar wabah penyakit yang di bawa oleh Kalelei bisa sedikit berkurang.
“Kalelei untuk tahun ini, cukup besar, hal ini nampak dari musibah yang terjadi di beberapa negara seperti Amerika terjadi kebakaran besar, hal itu merupakan salah satu Kalelei yang jalan, bahkan banjir yang terjadi di beberapa daerah, akan berdampak pada penyakit setelah musibah itu mereda” imbuhnya.
Dirinya menyarankan agar beberapa tokoh adat yang ada di Kecamatan Batauga untuk bisa melakukan ritual adat planto na laut, agar musibah yang akan datang tidak berdampak besar.
Ketika dikonfirmasi Kadis Kebudayaan Kabupaten Buton Selatan La Ode Haerudin, S.Pd, M.Pd mengatakan “Salah satu rutual adat yang ada di Kecamatan Batauga, yaitu Ritual Kapelanto namanya di Tahun 2021 Dinas Kebudayaan pernah melakukan Festival Budaya dan pembukaan acara dengan ritual Kapelanto. Ritual itu, sudah dilakukan sejak dua tahun berturut-turut dilaksanakan di Laompo” ungkapnya. Kepada Awak media, melalui via WA.
Ungkap lagi, Insya Allah bukan satu atau bulan dua akan ada ritual tersebut, melainkan pertahun untuk acara berdasarkan aturan adat, namun ada juga Dokumen ini kami sudah menjadi diarsipkan di kantor Dinas Kebudayaan dan sudah didaftarkan untuk mendapatkan sertifikat KIK di Kementerian Hukum dan Ham RI.
“Ini baru terbit Minggu lalu Ritual Pilumeano Wee Rano dan insya Allah bulan Juni akan dilaksanakan Ritual tersebut di Desa Bola”Ujarnya
Pihak Dinas di tahun ini,Tahun 2024 sedang usulkan 31 kekayaan intelektual komunal dan baru terbit 11 sertifikat. Yang lain baru tanda terima dan masih diproses di Kemhumham RI. ( Ha)..
Editor: Harry.

