Bupati Minta OPD Kompak Untuk Melayani Masyarakat

SPIONNEWS.ID, Batauga – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan telah menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Buton Selatan 2025 – 2029, yang dihadiri oleh seluruh Kepala OPD, Forkopimda, Dandim 1413 Buton, Kapolres Buton, Para Staf Ahli, dan beberapa Profesor yang ikut secara daring.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengangkat isu-isu strategis daerah terkait pengembangan wilayah Kabupaten Buton Selatan. Dan menjadi salah satu forum untuk bisa memberikan usulan terkait hal apa saja yang akan dilakukan dalam membangun kesejahteraan masyarakat kedepan..

Ketika memberi sambutan, Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, mengatakan; “Pedoman 100 hari kerja, kesiapan ini penting dilaksanakan, untuk memenuhi amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, yang menekankan prinsip partisipasi, transparan dan akuntabel,” ucapnya di Gedung Lamaindo, Buton Selatan, Kamis (12/6/2025).

Lebih lanjut, Muhammad Adios mengatakan; “Hari ini adalah momentum penting bagi kita semua karena tepat tanggal 1 Juni yang lalu, Masa Pemerintahan kami genap 100 hari, sejak dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Hari ini kita berkumpul untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan program 100 hari yang kami canangkan sejak awal, sekaligus membuka ruang konsultasi publik untuk menyusun RPJMD Kabupaten Buton Selatan 2025-2029,” katanya.

Menurutnya; “Agenda ini bukanlah dua hal yang, terpisah melainkan dua langkah yang saling melengkapi dalam perjalanan kita membangun Buton Selatan yang lebih baik,” imbuhnya.

Sambungnya; “Untuk pengalaman (membangun daerah, red) tidak terlepas dari senior kita yaitu Bapak Amirul Tamim. Hal ini saya tangkap dari ucapan beliau, Beliau sampaikan bahwa Pak Haji Adios, Anda bersyukur menjadi Bupati Buton Selatan. Saya senang melihat dengan kerja-kerja kita terdahulu, Pak Amirul menata kota, tapi saya menata pelabuhan, sehingga pelabuhan kontainer masuk di pelabuhan Baubau,” ungkapnya.

Karena menurut Muhammad Adios; “Kemajuan suatu daerah itu, ada di otak kita, apalagi saya ini adalah pelaku usaha bisnis, saya akan berjuang bagaimana pola pemikiran saya, saya adalah pengusaha tidak akan mungkin Butan Selatan akan seperti ini,” tegasnya.

Untuk itu, Bupati Buton Selatan itu mengungkapkan; “Ada beberapa tamu saya yang datang dari Jakarta, saya ajak ke rumah Jabatan Bupati, terus kemudian bertamu yang memiliki hotel, yang mantan di PT Saka, di Rajawali. Saya ajak ke sana kemudian saya kasih tunjuk itu Kantor Pelni,” ucapnya.

Lanjutnya; “Tapi kalau saya bawa ke kantor saya, Kantor Bupati Masya Allah Tuhan, tidak akan mungkin saya bawa ke sana, saya juga ditanya Kantor Bupati lagi di mana saya jawab masih dalam proses pembangunan baru saja dipondasi,” ujarnya.

Tegasnya; “Saya banyak bercerita dengan dia dan kalau dia lihat dan saya tidak memberikan keyakinan mereka ragu, untuk menginvestasikan dirinya di Buton Selatan,” imbuhnya.

“Dalam pertanggungjawabannya, kemarin oleh Gubernur kita, Musrenbang yang begitu saya kaget, Buton Selatan salah satu kawasan perikanan, bicara tentang Kelautan dan Perikanan tidak akan lawan Buton Selatan tapi dalam kawasan Kelautan dan Perikanan kita tidak masuk dalam daftar itu, padahal itu adalah potensi yang sangat besar,”hanturnya.

Adios menyatakan bahwa; “Yang masuk adalah Kabupaten Buton, Buton Utara masih bisa saya akui, karena mereka berhadapan dengan Laut Banda, tapi yang bikin saya bingung Muna Barat, dengan Muna Induk masuk dalam kawasan perikanan dan kelautan sedangkan Buton Selatan tidak masuk,” ungkapnya.

Adios pun menambahkan; “Akhirnya saya wa di grup kepada semua OPD, dan itu satu kekurangan kita, kalau kita bicara tentang sektor pertanian kita kalah dengan Kota Baubau, bicara dengan BUton kita kalah, apa yang bisa kita andalkan di Buton Selatan, yang kita andalkan adalah satu-satunya perikanan dan kelautan,” jelasnya.

Lebih jauh Bupati Adios mengatakan; “Bicara tentang perikanan dan kelautan akan berhubungan langsung dengan pariwisata. kita memiliki satu keunggulan tapi kita terlambat mempromosikan daerah kita ini. Apa kerjanya para OPD kita, yang sampai hari ini kita masih ketinggalan dari 17 kabupaten kota yang ada di Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Bupati Buton Selatan Periode 2025-2030 mengajak kepada semua OPD dan komponen masyarakat Buton Selatan untuk bahu membahu membangun Buton Selatan. “Saya minta kepada seluruh OPD untuk berpikir, kerjasama dengan kepala bagian kalian. Kemudian, hasil dari rapat itu ajak para asisten, untuk mengkaji masing-masing semua OPD, kita hanya mencari permasalahan tapi saya ajak kalian untuk kompak satukan pemikiran kalian. Kalian itu ditugaskan tentang bagaimana melayani masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tapi bukan untuk kebutuhan Pak Bupati tapi Bupati dipercayakan oleh Presiden dalam pengawasan anggaran APBD agar tepat pada sasaran,” demikian penegasan Bupati Buton Selatan. (Ha).

Editor : Harry & Sdr. RAL.

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1446 H / 2023 M.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *