SPIONNEWS.ID,MALUKU – Banjir Bandang di wilayah Kota Ambon, Maluku yang dipicu hujan ekstrem pada 15-16 Agustus 2025. Menyebabkan beberapa titik lokasi terendam, terutama rumah warga dibantaran sungai.
Terpantau kru SpionNews.id Maluku dilapangan, wilayah terdampak banjir di Desa Waiheru antara lain belakang Bip, cokro air salak dan sekitarnya. Selain merendam rumah warga, banjir juga membawa lumpur merah masuk lingkungan hingga ke dalam rumah warga.
“Banjir di wilayah sini selain genangan air yang meluap akibat curah hujan lebat, lumpur merah juga ikut masuk ke lingkungan bahkan rumah kami,” Ujar warga setempat.

Selain Curah hujan dengan Intensitas tinggi, diduga longsor juga diakibatkan oleh adanya aktivitas penggusuran gunung memakai alat berat dilokasi Desa Waiheru (Belakang Bip) tampak beberapa fungsi-fungsi lainnya di gunung tersebut telah hilang, seperti pepohonan yang tumbang dan beberapa mata air tersumbat akibat timbunan dari gusuran oleh alat berat, akibat dari pada hal ini menimbulkan dampak lingkungan serius, seperti banjir dan pengendapan yang sekarang sedang dihadapi warga Desa Waiheru.
“Inilah kekhawatiran kami ketika hujan terjadi, banjir membawa tanah merah dari gusuran alat berat (Excavator) itu mengendap ke rumah kami, padahal sebelum adanya aktivitas penggusuran, banjir tidak separah ini,” ungkap warga setempat yang namanya enggan disebutkan.
Banjir bandang ini menerobos sebagian besar rumah warga desa waiheru. Dari kejadian ini, warga berharap agar pemerintah dapat menegur pemilik dari aktivitas penggusuran gunung tersebut.
“Kami berharap DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon dapat memanggil pemilik aktivitas penggusuran gunung karena sangat mengancam keselamatan Warga” Ujarnya

Sementara Kepala Desa Waiheru Usman Ely ketika di konfirmasi awak media via WhatsApp menyampaikan, belum ada pemberitahuan ke pihak Desa terkait aktivitas penggusuran gunung, ungkapnya melalui saluran telpon.
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

