Jerman Atasi Krisis Air dengan Udara

SPIONNEWS, Munich, Jerman – Sebuah terobosan teknologi dari perusahaan rintisan asal Jerman, Aquahara Technology GmbH, berhasil memukau dunia. Mereka mengembangkan perangkat yang dapat menarik air dari udara menggunakan energi matahari tanpa memerlukan listrik dari jaringan (grid).

Teknologi ini memanfaatkan larutan garam pekat (potassium acetate) yang berfungsi sebagai penyerap kelembapan (liquid desiccant).

Prosesnya dimulai saat malam hari, ketika kelembapan udara lebih tinggi. Kelembapan tersebut diserap ke dalam larutan, lalu di siang hari dipanaskan menggunakan panel surya termal untuk menghasilkan uap air yang kemudian didinginkan menjadi air bersih.

Dalam uji coba di Maroko—dengan suhu siang hari mencapai 40°C dan kelembapan hanya sekitar 25%—sistem ini mampu memproduksi sekitar 200 liter air bersih per hari hanya dengan 100 meter persegi panel surya.

Angka ini jauh lebih efisien dibandingkan sistem penarik air konvensional yang membutuhkan area panel dua kali lipat dan pasokan listrik tambahan.Pendiri Aquahara, Andreas Froese, menyebut inovasi ini bisa menjadi solusi krisis air global, terutama di wilayah kering dan terpencil.

“Dengan teknologi ini, masyarakat di gurun sekalipun bisa mendapatkan akses air bersih tanpa harus bergantung pada pasokan listrik atau sumber air tanah,” ujarnya.

Sumber:Business WireAquahara.com#RafassaMedia #AirDariUdara #InovasiHijau #TeknologiMasaDepan #AirUntukSemua #SolarWater

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *