SPIONNEWS.ID, SIOMPU – Setelah kejadian yang sempat viral akibat salah satu warga negara asing yang melakukan kunjungan budaya pada awalnya dan berakhir dengan membaptis dua orang warga yang ada di Pulau Siompu berpindah agama dari Agama Islam ke Agama Kristen.
Terkait dengan hal ini semua pihak, baik Pemerintah Daerah Buton Selatan, dalam hal ini Bupati Buton Selatan bersama dengan pihak DPRD Kabupaten Buton Selatan yang diwakili oleh salah satu tokoh masyarakat Pulau Siompu, H. Pomili Womal melakukan pertemuan di salah satu baruga yang ada di Pulau Siompu bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan pihak kepolisian termasuk babinsa untuk memberikan bimbingan kepada 2 orang warga tersebut dan akhirnya mereka dapat kembali memeluk Agama Islam.
Viral Warga Asing Sebar Agama Kristen Lewat Video di Pulau Siompu
Ketika dikonfirmasi, Tokoh Masyarakat sekaligus Anggota DPRD Buton Selatan, H. Pomili Womal menuturkan, perkembangan kejadian di Pulau Siompu setelah beberapa warga yang sempat bergeser kepercayaannya atau keyakinannya, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan bersama Pemerintah Kecamatan, setelah melakukan diskusi dengan mereka tersebut, pertama mereka sangat siap untuk menerima dialog bersama dengan Pemerintah Kabupaten, lalu Kepala Kementerian Agama dan Pemerintah Kecamatan bertemu dengan Bapak Bupati untuk melakukan pertemuan dengan warga tersebut.
“Bupati siap untuk melakukan pertemuan, dan pertemuannya alhamdulillah di Baruga Kaimulawa, kurang lebih sekitar jam 02.00 siang, dan alhamdulillah setelah pertemuan tersebut, pihak Bupati setelah memberikan nasehat dan petunjuk, alhamdulillah akhirnya mereka yang tadinya keyakinannya berpindah kembali lagi utuh kembali keyakinannya semula,” tuturnya.
Menurut Tokoh Siompu itu, awal mulanya mereka bertemu dengan pihak warga asing dan berdialog, dan mengatakan bahwa warga asing itu adalah wisatawan, dan dari sering berdiskusi dengan WNA tersebut, akhirnya mereka menawarkan jasa, di mana mengajak untuk bekerja sama, dan mereka bekerja sama kemudian, warga tersebut didekati, sehingga beberapa waktu yang cukup lama, dan ada sentuhan dari mereka warga asing, sehingga mengubah keyakinan mereka.
“Namanya juga warga yang bentuknya latar belakang kehidupan yang tidak bercukupan, mereka juga ditawarkan sejumlah uang sehingga mereka mengubah keyakinan mereka,” jelasnya.
Kata Womal, untuk mengantisipasi hal-hal serupa terjadi lagi di wilayah Kabupaten Buton Selatan, maka perlu adanya kegiatan yang berupa siar-siar Islam dan bekerja sama dengan Kementerian Agama, pengajian Ya Sinan, pengajian, atau dakwah kepada masyarakat dengan pengetahuan pengetahuan yang lebih mendalam tentang Islam, di mana bisa bersentuhan langsung dengan seluruh warga.
“Saat dikonfirmasi dari Kementerian Agama bahwa ada dua orang yang telah pindah keyakinan dan beberapa orang yang sempat ikut melihat dan menayangkan video tersebut sehingga bisa mengubah keyakinan mereka” tutupnya. Selasa, 2/9/2025. (Ha)
Editor: Harry

