SPIONNEWS.ID, SBB – SMA Negeri 18 Seram Bagian Barat (SBB) kembali mengambil langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan menggelar Workshop Penyusunan KSP dan RPP berbasis pembelajaran mendalam untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di Tahalupu ini mempertemukan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Huamual Belakang dalam suasana kolaboratif.
Hadir sebagai narasumber utama, Ode Abdurrachman, Fasilitator Ikatan Guru Indonesia (IGI) Maluku sekaligus mantan Fasilitator Program Sekolah Penggerak. Dalam sesi pemaparannya, ia menekankan bahwa kurikulum tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi harus benar-benar dihidupkan dalam praktik di kelas.
“Guru perlu berpihak pada siswa, menghadirkan pembelajaran kontekstual, serta memanfaatkan media seperti video dan audio pembelajaran. Dengan begitu, kelas menjadi ruang belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna,” jelas Ode Abdurrachman.
Workshop ini diikuti oleh dewan guru SMA Negeri 18 Seram Bagian Barat serta melibatkan SD Negeri 1 Tahalupu, SD Negeri 2 Tahalupu, SMP Negeri Huamual Belakang, hingga MTs. LKMD Tahalupu.
Kepala SMA Negeri 18 SBB, Abdul Kadir Tomadina, M.Pd., mengapresiasi semangat para peserta.
“Kami ingin para guru percaya diri dalam menyusun RPP maupun modul ajar, sekaligus mampu menghadirkan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Hasil pelatihan ini akan lebih bermakna bila benar-benar diterapkan di ruang kelas,” tegasnya.
Guru SMP Negeri 12 Huamual Belakang, Jailan Duila, S.Pd., turut membagikan pengalamannya.
“Kami belajar cara menyederhanakan RPP tanpa mengurangi kualitasnya. Ilmu yang didapat benar-benar praktis dan bisa langsung kami terapkan di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, Arsad Galela, S.Pd., Guru SD Negeri 2 Tahalupu, menilai pentingnya sinergi lintas jenjang.
“Kegiatan ini memberi ruang guru SD hingga SMA untuk belajar bersama. Dengan begitu kesinambungan pembelajaran dari dasar hingga menengah bisa lebih terjaga,” katanya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 18 SBB menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi pembelajaran. Harapannya, forum seperti ini mampu memperkuat kualitas guru sekaligus memajukan pendidikan di Seram Bagian Barat.(*)