Sejauh ini dari data yang diterima oleh Dinas Kesehatan pelayanan dokter yang ada di beberapa puskesmas terlihat kurang begitu aktif dikarenakan banyaknya perumahan dokter yang sudah tidak layak huni, hal ini sungguh telah dilaporkan oleh pihak Puskesmas terkait keluhan dokter, namun upaya Dinas Kesehatan memasukkan dokumen usulan kepada masyarakat Daerah.
Ketika dikonfirmasi Sekertaris Dinas Kesehatan Buton Selatan Awaludin menjelaskan, kebutuhan perumahan dokter itu sejak awal di puskesmas sudah ada namun bangunan tersebut telah dibangun sejak zaman orde baru, dan terlihat sangat tua dan perlu direnovasi.
"Bangunan sendiri terlihat memang masih ada namun kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni, kutu perbaikan, ada juga puskesmas baru yang dibangun namun belum ada perumahan dokternya" ujarnya.
Dinas kesehatan berharap agar rumah dokter yang lama itu bisa di rehab dan untuk puskesmas baru bisa menambah bangunan rumah dokter, singa pelayanan kesehatan bisa dilakukan secara optimal.
"Dan setelah kami berkoordinasi dengan masyarakat setempat rata-rata mereka meminta hal-hal dokter bisa tinggal di dekat puskesmas, tinggal ketik ada layanan gawat darurat bisa dengan cepat ditangani dokter" jelasnya.
Tuturnya, Untuk sementara ini beberapa dokter memiliki rumah di kota, jadi untuk pelayanan terkadang hanya beberapa waktu bisa berada di puskesmas, karena belum adanya rumah dokter atau rumah tinggal yang layak.
" Saya yakin dengan adanya rumah dokter nantinya, dokternya pasti akan tinggal disana dan bisa melakukan pelayanan kesehatan lebih baik lagi, bentuk saat ini dokter hanya melakukan pelayanan di jam kerja saja," imbuhnya, 24/11/2025, di ruang kerja.
Ia menekankan, puskesmas yang baru saja dibangun ada empat dan membutuhkan perumahan dokar, silahkan dituju puskesmas lainnya Rumah Dokter butuh direkap.
"Masyarakat memang sangat membutuhkan dokter kita, namun keadaan hunian dokter kita butuh perhatian pemerintah daerah" tegasnya. ( Ha).
Editor : Harry

