SPIONNEWS.ID, MALUKU – Warga Pulau Marsela, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), kembali dibuat kecewa. Proyek air bersih bernilai Rp12 miliar yang dijanjikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga kini tak kunjung dinikmati, Selasa (30/09/2025), puluhan warga bersama Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.
Massa aksi mendesak Satker IV BWS Maluku, Franky Matayane, bertanggung jawab atas mangkraknya proyek tersebut. Situasi sempat memanas, bahkan terjadi kericuhan kecil saat satpam dan aparat kepolisian mencoba menghalangi warga yang berusaha menerobos pagar kantor.
Proyek yang menelan anggaran jumbo tersebut tidak jelas hasilnya. Hingga hampir setahun berjalan, air bersih yang dijanjikan tak pernah mengalir ke rumah warga.
“Anggaran Rp12 miliar untuk membangun sumber daya air di Marsela, tapi faktanya masyarakat masih kesulitan. Kami menduga proyek ini sarat korupsi,” tegas Salim Rumakefin, Koordinator LIRA Maluku.
di sela aksi.Salim menuding Satker IV BWS Maluku, Franky Matayane, mengabaikan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait program prioritas penyediaan air bersih. Karena itu, LIRA mendesak Polda Maluku dan Kejaksaan Tinggi Maluku turun tangan menyelidiki dugaan penyelewengan dana.
Selain proses hukum, mereka juga menuntut Kementerian PUPR segera mencopot Franky Matayane dari jabatannya karena dianggap gagal menjalankan amanah negara untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya warga di pulau terluar Maluku.
Kasus ini semakin menambah daftar panjang proyek infrastruktur air bersih di Maluku yang dinilai bermasalah, di tengah penderitaan warga yang masih harus berjuang mencari sumber air layak konsumsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWS Maluku belum memberikan keterangan resmi terkait desakan warga dan tudingan dugaan korupsi yang menyeruak.
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

