SPIONNEWS, Batauga – Untuk memberikan keringanan kepada masyarakat terkait dengan harga bahan pangan yang tinggi pihak pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara melakukan Gerakan Pangan Murah, di berbagai daerah termasuk di wilayah Kabupaten Buton Selatan.
Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di Lapangan Lakarada, Rabu, 1/10/2025, setelah melakukan upacara hari Kesaktian Pancasila di lapangan SMP Negeri 1 Batauga.
Puluhan masyarakat mengantri untuk bisa membeli berbagai bahan pangan diantaranya beras gula pasir telur bawang putih bawang merah minyak goreng dan terigu.
Ketika dikonfirmasi Kabid. Pelaksanaan Bidang Kesediaan Pangan Aristos mengatakan “untuk beras SPHP dari Bulog ada 5 ton, beras premium 1 ton/10.kg, 147.000/10 kg Ada juga minyak goreng, ada jenis minyak kita 1 liter dihargai Rp. 15.500/liter, ada Bimoli 43 /2 liter, Filma 40.000, ada juga gula 17.500, ada juga terigu 10 ribu per kilo, telur sebanyak 200 rak dengan harga 57.000/rak” ujarnya.
Untuk rencana kegiatan sendiri 3 hari dan itu tergantung dari kesediaan stok yang di bawa, untuk hari ini antusias masyarakat sangat besar karena di siang hari sudah terjual kurang lebih 2 ton.
“Kami dari ketahanan provinsi, sering melakukan penentuan titik dalam penyelenggaraan gerakan pangan murah, karena di provinsi kami memiliki nominator harga, dan itu ada di setiap kabupaten kota yang ada di wilayah Sulawesi Tenggara” ujarnya.
Kata pihak provinsi, nominator harga ini akan selalu tercatat setiap harinya pada jam 03.00 sore, selain itu ada juga acuan dari data BPS, yang menjadi salah satu acuan dalam melakukan gerakan pangan murah.
“Kabupaten Buton Selatan untuk bulan September ini, iph minggu pertama September, 0,81 dan tercatat tertinggi se Sulawesi Tenggara, untuk minggu kedua September 0,48, dan masih tergolong tinggi untuk wilayah Sulawesi Tenggara, pada minggu ketiga minus 0,11, dan sudah pada posisi ke-5 di seluruh kabupaten kota wilayah provinsi Sulawesi Tenggara, dan ini membuktikan bahwa komunitas pangan di Kabupaten Buton Selatan, tersedia dan tergolong aman karena sudah turun harganya” tuturnya.
Lanjutnya, hal ini terpantau dari daya beli masyarakat sejauh ini terlihat sangat bagus, buktinya hari ini untuk beras SPHP, sudah sekitar 3 ton yang habis terjual, harganya adalah harga distributor yang ada di Kendari, dan harga Bulog.
“Dan ini kemungkinan tidak akan sampai 3 hari Namun semua tergantung dari komunitas yang kami bawa artinya barang yang kami adakan saat ini, kami memfasilitasi harga distribusi, di mana transportasinya tidak mencantumkan dalam harga jual” jelasnya.
Ia menyatukan bila harga telur , Rp. 57.000 bahkan nilai jualnya bisa mencapai rp60.000 namun dari pihak pemerintah provinsi sudah memfasilitasi biaya pengangkutan hingga pada titik penjualan Jadi harganya tetap harga distributor, jadi masyarakat membeli dengan harga distribusi, di mana kami mendekatkan diri kepada masyarakat harga pangannya lebih dekat ke masyarakat itu sendiri.
“Untuk masyarakat sendiri yang membeli dibatasi beras SPHP hanya 10 kilo per KK, kalau beras premium hanya kami batasi dua karung, dan yang kami fokuskan pada beras SPHP agar bisa tersentuh oleh masyarakat secara keseluruhan, kami tidak mau sehingga pedagang yang membeli apabila banyak pedagang membeli maka target kami dalam gerakan pangan murah dikatakan gagal, yang membeli akan menjual kembali beras tersebut”tegasnya.
Katanya, Acuan dari badan pangan nasional setiap masyarakat yang dibatasi dalam pembelian beras sphp agar semua masyarakat bisa merasakan dengan harga yang murah.
“Masyarakat tidak perlu terlalu panik, dan tidak usah membeli secara berlebihan, berdasarkan data ketersediaan pada ketahanan pangan provinsi, stok pangan kita berlebihan, hal ini nampak pada bulan Oktober ini akan ada musim panen, namun Bulog yang ada di provinsi masih terjaga, kami juga mengkampanyekan stop boros pangan, agar masyarakat bisa memahami agar membeli sesuai dengan kebutuhan dan tidak ada barang yang tersimpan lama di kulkas, dan tidak ada bahan pangan terbuang semua terpakai” tuturnya, pada awak media.
Dalam kegiatan gerakan pangan murah ini Pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara dalam hal ini provinsi bekerja sama dengan dinas ketahanan pangan Kabupaten Buton Selatan. (Ha)
Editor: Harry

