SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Seorang calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Kesehatan (Dinkes), Dewi Rahmawati, mengadukan dugaan kecurangan yang dialaminya ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Selatan (BUSEL), Senin (6/1/2024). Dalam pengaduannya, Dewi membeberkan kronologi kejadian yang menurutnya penuh kejanggalan.
Dewi mengungkapkan bahwa pada 31/12/2024, ia membuka akun Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) miliknya dan mendapati bahwa dirinya dinyatakan lolos seleksi PPPK oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, beberapa hari kemudian, hasil tersebut berubah, dan namanya tidak lagi tercantum sebagai peserta yang lolos.
“Saya juga mendapat telepon dari seorang oknum pegawai BKSDM BUSEL berinisial Y, yang meminta saya mengundurkan diri sebagai peserta yang dinyatakan lulus versi BKN dan Panselda. Hal ini makin membuat saya merasa ada yang tidak beres,” ungkap Dewi.
Tak berhenti di situ, pada 3 /1/2024, suami salah seorang peserta PPPK lainnya mendatangi Dewi di tempat kerjanya di RSUD BUSEL. Ia meminta Dewi untuk membuat pernyataan pengunduran diri. “Semua bukti berupa riwayat panggilan telepon sudah saya kantongi sebagai dasar pengaduan,” tegasnya.
Menanggapi laporan ini, Ketua DPRD BUSEL, Dodi Hasri, memastikan akan memanggil pihak terkait untuk meminta keterangan. “Kami akan menyelesaikan persoalan ini dan menindaklanjuti semua laporan kecurangan. DPRD berkomitmen mengakomodasi aspirasi masyarakat, terutama yang merasa dirugikan, demi keterbukaan dan keadilan dalam proses seleksi CPNS atau PPPK,” kata Dodi.
Baca juga : Gelar Rapat Pokir, DPRD BUSEL Geram Aspirasi Tak Pernah Terakomodir
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD BUSEL, La Ode Hasrudin, mengimbau peserta lain yang merasa mengalami hal serupa untuk segera melapor dan melengkapi berkas pendukung. “Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin mengadu. Secepatnya kami akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan oknum yang terlibat agar semua ini dibuka secara transparan,” tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya integritas dan transparansi dalam proses seleksi ASN. DPRD BUSEL berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi seluruh peserta seleksi. (LN)
Editor : Harry & Sdr. RAL















