LSM PKN Ikut Mendukung Program Percepatan Pengentasan Kemiskinan

Oleh : Alkatiri, SE.

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Lembaga Swadaya Masyarakat Pengentasan Kemiskinan Nusantara (LSM PKN) ikut mendukung Program Bung Sudjatmiko sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia.

Kita mulai dari Timur Indonesia, melihat kondisi kemiskinan Indonesia, dari data jumlah penduduk miskin pada Maret tahun 2024 sebesar 25,22 juta orang yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Indonesia (BPSI), Data terbaru yang dirilis oleh data box mengungkapkan, fakta mengejutkan tentang kota termiskin di Indonesia adalah Kota Tual di Provinsi Maluku menduduki peringkat teratas sebagai kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi mencapai 20,68%. Temuan ini mematahkan asumsi umum bahwa kota-kota di Papua selalu menempati posisi teratas dalam daftar kota termiskin di Indonesia.

Baca Juga : IPPMH Cabang Ambon Menolak Keras Keberadaan PT. Waragonda Di Negeri Haya

Posisi kedua ditempati oleh Kota Subulus Salam di Provinsi Aceh dengan tingkat kemiskinan 16,41%, kota ini merupakan salah satu kota termuda di Indonesia, berdiri pada 2 Januari 2007 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Aceh Singkil. Meskipun relatif baru, Subulus Salam masih menghadapi tantangan besar dalam pengentasan kemiskinan.

Baca Juga : Aktifis Minta Stop Tambang Ilegal Di Kalimantan

Kota Gunung Sitoli di Provinsi Sumatera Utara menempati posisi ketiga dengan tingkat kemiskinan 14,78%, diikuti oleh Kota Bengkulu (14,71%) dan Kota Sabang (14,59%) yang melengkapi lima besar kota termiskin di Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa kemiskinan masih menjadi masalah serius di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya terpusat di kawasan timur.

Menariknya, beberapa kota di Pulau Jawa yang selama ini dianggap lebih maju juga masuk dalam daftar kota termiskin seperti Kota Tasikmalaya di Jawa Barat, misalnya, berada di urutan ke-9 dengan tingkat kemiskinan 11,53%. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi di Pulau Jawa masih belum merata dan memerlukan perhatian khusus.

Data terbaru ini menjadi cermin bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi dan merumuskan kembali strategi pengentasan kemiskinan, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan tepat sasaran untuk mengatasi akar masalah kemiskinan di setiap kota, dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi lokal masing-masing daerah.

Maka langkah kongkrit agar dapat berkontribusi langsung untuk mencapai tujuan indonesia menuju kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka dengan hadirnya LSM – PKN ini semoga dapat mengakomodir aktivis anti kemiskinan.

Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari akademisi dan juga pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Untuk itu PR bagi Wali Kota Tual, Bapak Akhmad Yani Renuat dan Gubernur Maluku Bapak Hendrik Lewerissa.(*)

Penulis adalah Faunder LSM PKN

Editor : EB & Sdr. RAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *