Seruan Damai Dari PB IKASERUT Atas Konflik Di Seram Utara

SPIONNEWS.ID, Seram Utara, Maluku, 4 April 2025 – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Keluarga Seram Utara (PB IKASERUT), Saparun Sitania, SE., M.MPd, mengungkapkan keprihatinannya secara mendalam atas konflik yang terjadi di Kecamatan Seram Utara pada 3 April 2025. Melalui pernyataan resminya, PB IKASERUT mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan persahabatan demi menjaga stabilitas dan perdamaian di wilayah tersebut.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya konflik yang mencederai nilai-nilai hidup orang bersaudara. Diperlukan sikap bijak dari semua pihak agar situasi tidak semakin memburuk,” ujar Sitania.

Dalam pernyataannya, PB IKASERUT juga menekankan pentingnya peran aparat keamanan, khususnya TNI dan POLRI, dalam menjaga perdamaian umum. Selain itu, mereka juga diharapkan melakukan penegakan hukum yang adil dan tegas, demi memberikan kepastian hukum yang menjadi fondasi utama terciptanya perdamaian.

Lebih lanjut, PB IKASERUT mendesak Pemerintah Daerah, baik Kabupaten Maluku Tengah maupun Provinsi Maluku, untuk segera mengambil langkah-langkah strategi guna membangun kesadaran kolektif bahwa konflik tidak pernah menjadi solusi. Sebaliknya, konflik hanya akan menimbulkan penderitaan dan persoalan baru bagi masyarakat.

“Pemerintah harus hadir, tidak hanya melalui pendekatan keamanan, tetapi juga dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan secara cepat agar masyarakat merasa diperhatikan,” tambah Sitania.

Selain itu, PB IKASERUT juga meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera meresmikan Kecamatan Teluk Dalam sebagai bentuk pemekaran administratif.

Hal ini dinilai penting untuk memperpendek rentang kendali layanan publik dan mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat, sebagaimana keberhasilan pemekaran Seram Utara-Wahai menjadi tiga kecamatan sebelumnya yang kini manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen terhadap perdamaian, PB IKASERUT juga berencana mengadakan kunjungan ke masyarakat Seram dalam waktu dekat. Kunjungan ini akan diisi dengan dialog dan diskusi terbuka sebagai simbol nyata dari nilai-nilai “Hidup Orang Sodara” dalam tatanan anak adat.

“Ini adalah pengungkapan dan cinta dari anak negeri kepada saudara-saudaranya. Kami percaya, dengan semangat persaudaraan, Seram akan kembali damai,” tutupnya. (***)

Editor : Erwin Banea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *