“Saatnya Memperkuat Pemberdayaan, Mendorong Pemerintahan yang Inklusif”
Oleh: Andris Nopriansyah
SPIONNEWS.ID, BUTON UTARA – Tepat 2 Juli 2025, Kabupaten Buton Utara genap berusia 18 tahun. Momentum ini bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi mendalam terhadap arah pembangunan, sekaligus menyuarakan dukungan konstruktif bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan Buton Utara yang lebih baik.
Sebagai Kabid Pemberdayaan Umat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau, sekaligus putra asli Buton Utara, saya memandang bahwa 18 tahun perjalanan daerah ini harus menjadi tonggak evaluasi: Sudah sejauh mana pembangunan menyentuh kehidupan rakyat kecil? Seberapa besar umat, pemuda, dan masyarakat adat dilibatkan dalam proses pembangunan?
Dalam observasi kami, berbagai kemajuan infrastruktur memang telah dicapai. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan nyata yang belum terjawab secara tuntas, antara lain:
- Ketimpangan pembangunan antara wilayah kecamatan dan pusat kabupaten.
- Kurangnya akses pemberdayaan bagi kelompok rentan, seperti petani, nelayan, pemuda desa, dan pelaku UMKM lokal.
- Minimnya ruang partisipasi umat dan tokoh masyarakat dalam penyusunan kebijakan daerah.
Oleh karena itu, kami mendorong agar pemerintah daerah mulai memperkuat pendekatan pembangunan berbasis pemberdayaan dan partisipasi masyarakat. Pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada infrastruktur fisik, tetapi harus menyasar pembangunan manusia, dengan memperkuat:
- Pendidikan keumatan dan karakter generasi muda daerah.
- Ekonomi lokal berbasis potensi desa dan kearifan budaya.
- Transparansi dan akuntabilitas publik dalam pelaksanaan program-program daerah.
Sebagai anak daerah, saya mengapresiasi langkah-langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah, namun juga ingin mengingatkan: Buton Utara tidak bisa dibangun hanya dari atas ke bawah, tetapi harus melibatkan kekuatan masyarakat akar rumput, termasuk pemuda, tokoh adat, dan institusi keagamaan.
Kami, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Baubau, siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan Buton Utara — bukan sekadar menjadi penonton, tetapi menjadi penggerak.
Akhirnya, di usia yang ke-18 ini, mari kita jadikan Buton Utara sebagai ruang harapan dan perjuangan bersama untuk mewujudkan daerah yang berdaya, berdaulat, dan berkeadilan sosial, dengan pembangunan yang tidak hanya meninggikan bangunan, tetapi juga memuliakan manusia.(*)
Penulis adalah Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Umat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Baubau.
Editor : RUSLY, S.Mn.



