SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Buton Selatan (Busel) menggelar tasyakuran khusus menyambut penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh sentral Nahdlatul Ulama, yakni K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Syekhona Muhammad Kholil.
Acara ini merupakan upaya PKB Busel untuk mengabadikan dan meneladani semangat perjuangan kedua tokoh dalam merawat fondasi bangsa.
Tasyakuran yang dihadiri oleh jajaran pengurus DPC, Dewan Syuro, badan otonom partai, serta puluhan kader dan simpatisan tersebut dilaksanakan di Kantor DPC PKB Buton Selatan. Kegiatan ini dicanangkan sebagai momentum reflektif bagi kader PKB Busel untuk mengevaluasi diri dan menguatkan komitmen politik berbasis nilai-nilai kebangsaan.
Sekretaris DPC PKB Buton Selatan, Permana Firmansyah, menyatakan bahwa pengakuan negara melalui gelar Pahlawan Nasional ini adalah penegasan atas peran tak terhingga kedua tokoh dalam sejarah kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
Menurutnya, Gus Dur dan Syekhona Kholil adalah mercusuar moral yang wajib diikuti.
“Gelar Pahlawan Nasional ini adalah amanah. Ini bukan hanya kebanggaan bagi PKB, tetapi juga pengingat bahwa kita, sebagai kader penerus, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan persatuan yang diajarkan oleh Gus Dur,” ujar Permana Firmansyah.
Permana menambahkan, Syekhona Muhammad Kholil sebagai guru spiritual para pendiri NU telah meletakkan landasan kuat tradisi keilmuan Islam nusantara yang moderat dan akomodatif terhadap kebhinekaan. Oleh sebab itu, tradisi keilmuan ini harus menjadi pijakan utama dalam setiap perumusan kebijakan partai.
Ia juga menekankan bahwa acara tasyakuran ini harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata politik yang berdampak langsung pada masyarakat Buton Selatan. Permana mendesak kader PKB di Busel agar bergerak lebih aktif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan menyelesaikan isu-isu sosial yang ada, mencontoh jiwa kerakyatan Gus Dur.
“Spirit kepahlawanan ini harus memacu kita untuk tidak hanya berkutat pada urusan elektoral semata. Kita harus turun ke masyarakat, mendengarkan keluhan, dan menawarkan solusi konkret. Itulah politik ala Gus Dur yang sesungguhnya,” tegas Permana, menyerukan kepada seluruh kader yang hadir.
Pihak DPC PKB Buton Selatan berharap, peringatan ini dapat menjadi awal dari program pendidikan politik yang lebih intensif di akar rumput, dengan memasukkan riwayat hidup dan ajaran kedua pahlawan sebagai materi utama. Langkah ini bertujuan agar nilai-nilai kebangsaan tersebut benar-benar meresap di kalangan kader muda dan masyarakat luas.
Penutup acara ditandai dengan pembacaan doa syukur dan komitmen kolektif dari seluruh pengurus DPC PKB Buton Selatan untuk menjadikan perjuangan Gus Dur dan Syekhona Kholil sebagai peta jalan utama dalam pengabdian mereka kepada daerah dan negara.

