Dodi Hasri: Nelayan Kita Butuh Peran Penting Pemda Buton Selatan

SPIONNEWS, Batauga – Dengan adanya perencanaan daerah yang lebih baik Kabupaten Buton Selatan telah dilakukannya Musrembang tahun 2026 terdapat beberapa pandangan yang akan diusulkan dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Buton Selatan.

Terkait dengan hal tersebut ada beberapa rancangan yang disarankan dalam pengembangan Buton Selatan terkait dengan kesejahteraan masyarakat nelayan yang ada di daerah pesisir Kabupaten Buton Selatan.

Dimana akan adanya beberapa aspek yang akan dikembangkan oleh pemerintah Kabupaten Buton Selatan di tahun 2026 diantaranya ada pengembangan pariwisata dengan memasukkan pesawat yang melandaskan dengan air laut, pengembangan kemaritiman serta peningkatan ekonomi masyarakat nelayan sehingga tidak hanya mencari ikan melainkan bisa mengembangkan potensi ikan agar bisa diekspor dan dijual dengan harga yang lebih baik demi meningkatkan masyarakat nelayan.

Saat ditemui di ruang kerjanya Ketua DPRD Kabupaten Buton Selatan Dodi Hasri, S.Pd, mengungkapkan untuk mensejahterakan masyarakat, apapun usulan dari pemerintah sangat kami dukung, biarpun ide-ide itu bagus, namun tidak bisa dieksekusi di lapangan , hal tersebut hanya akan sebatas wacana dan hanya menjadikan konsumsi publik, serta diskusi-diskusi di masyarakat tanpa arah.

“Namun kalau tidak dieksekusi di lapangan sungguh sangat disayangkan ide – ide tersebut, kami meminta kepada pemerintah agar bisa realistis dengan melihat kondisi daerah kita” ucapnya, pada awak media di Kantor DPRD Buton Selatan, Kamis, 10/4/2025.

“Pada dasarnya kita punya masyarakat ini, hampir semuanya nelayan, mau di kecamatan manapun, di Kecamatan Siompu, Siompu Barat , Kecamatan Kadatua , Kecamatan Batauga, Kecamatan Batuatas, serta Lapandewa, Kecamatan Sampolawa” Imbuhnya.

Ia menuturkan di beberapa tahun terakhir ini kami telah memberikan beberapa bantuan dari anggaran APBD , berupa kapal nelayan yang terbuat dari fiber lengkap dengan alat tangkapnya, lebih dari itu semua, masyarakat berharap hasil tangkapan ikan mau dibawa Ke mana setelah itu.

“Apalagi daya tampung cool storil di Sampolawa itu hanya sekitar 15 sampai 20 ton ikan, kami minta agar benda bisa menyiapkan sarana-sarana dasarnya nelayan, bukan sekedar memberikan body kapal nelayan atau sejenisnya, tapi menyiapkan juga hasil tangkapannya mau dibawa ke mana, ini menjadi campur tangan Pemda dan kita semua” Tuturnya.

Lebih jauh Ketua DPRD mengungkapkan, yang menjadi masalah inilah nelayan kita yang ada di Lapandewa, Kadatua, karena hasil tangkapan penilaian harga ikannya tidak memiliki nilai jualnya yang tidak stabil, bila ikannya banyak nilai jual menjadi rendah, hal ini kami berharap pemerintah bisa menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

“Supaya masyarakat nelayan bisa memiliki kepastian harga, dan bisa memberikan nilai kesejahteraan pada masyarakat nelayan kita”harapannya. (Ha)

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *