SPIONNEWS, BATAUGA – Salah satu bentuk dalam mengembangkan kecerdasan anak adalah menurunkan angka stunting di setiap daerah, hal ini pun menjadi perhatian bersama baik di tingkat nasional maupun di tingkat provinsi dan kabupaten.
Untuk bentuk dalam penanganan angka stunting di Kabupaten Buton Selatan Ketua PKK Buton Selatan, bersama dengan Ketua PKK Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan beberapa agenda turun di lapangan untuk melihat perkembangan angka stunting di Kabupaten Buton Selatan termasuk di sekolah.
SMA Negeri 1 Batauga menjadi salah satu sekolah yang akan di kunjungi Ketua PKK Provinsi Sulawesi Tenggara, pada tanggal 7/8/2025, mendatang, dalam kunjungan kerja tersebut pihak sekolah telah melakukan beberapa persiapan.
Ketika dikonfirmasi, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batauga La Ode Madi, S.Pd mengatakan “Alhamdulillah untuk untuk SMA Negeri 1 Batauga telah kami siapkan, termasuk Aula yang akan kita gunakan Salah satunya yaitu Aula fisika, dan mungkin karena rombongannya banyak kan kami siapkan di luar ruangan.
“Demikian juga siswa, yang diminta dari provinsi sekitar 75 orang, jadi untuk siswa kita kelompokkan dua untuk siswa laki-laki sebanyak 25 orang dan siswa Putri 50 orang” imbuhnya, pada awak media, Selasa, 5/8/2025, di Sekolah SMA Negeri 1 Batauga.
Lebih lanjut, dan berdasarkan informasi yang kami terima, bawa ini akan berkaitan dengan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan stunting jadi untuk kesiapan kami di sini Alhamdulillah 100%, tinggal kami menunggu perkembangan dari Pemda, yang akan dipasang di sini.
“Karena kalau di ruangan tersebut kemungkinan tidak akan cukup, dengan rombongan yang nantinya” tuturnya.
Pihak sekolah mengungkapkan untuk stunting ini sangat kami dukung, untuk di Sulawesi Tenggara ini angkanya masih cukup tinggi, apalagi di Kabupaten Buton Selatan, kami juga dari pihak sekolah sudah melakukan edukasi tentang hal tersebut.
“Kami memberikan tablet tambah darah untuk siswa putri, satu minggu bahkan 1 bulan ini kami bekerja sama dengan Puskesmas dalam pemberian tablet tambah darah”terangnya.
“kami dari sekolah sangat siap dan mendukung program tersebut, untuk melakukan penurunan angka stunting, karena di remaja-remaja Putri, kalau dilihat dari gaya hidup terpengaruh dengan permainan game dan sebagainya, terutama makanan mereka, jadi sembarang, sehingga selalu mencari makanan instan” jelasnya.
Kata Wakil Kepala Sekolah, untuk makanan bergizi kami dari pihak sekolah sudah diminta baik dalam dari pihak Koramil ataupun dari pihak badan gizi. Kami ini hanya menunggu bahkan anak-anak selalu bertanya kapan terselenggaranya makanan bergizi gratis.
“Kami sampaikan agar mereka bersabar, itu semua tergantung dari kesiapan dapur, mudah-mudahan di secepatnya di Kecamatan Batauga ini, banyak yayasan yang masuk sehingga bisa terselenggara program tersebut. Insya Allah kita akan dapatkan sebagai penerima manfaat”imbuhnya.
Ucapnya, Untuk siswa sendiri sangat antusias dalam menyambut program makanan bergizi gratis ini, dan kami dari pihak sekolah mudah-mudahan dengan makanan bergizi ini, bisa meningkatkan kualitas siswa dari segi kehadiran, kesehatan dan proses pembelajaran serta kreativitas.
“Kita ketahui bahwa jarak sekolah dengan rumah siswa itu sangat jauh dan bahkan ekonomi mereka cukup rendah, untuk mendapatkan uang jajan jadi dengan adanya makanan gizi gratis, sangat membantu siswa”. ( Ha)
Editor : Harry

