SPIONNEWS, Sampolawa – Momen ulang tahun Republik Indonesia yang ke 80 seharusnya menjadi salah satu momentum untuk saling bersilaturahmi dan saling menguatkan dalam kebersamaan dan persatuan daerah, namun hal ini terbalik dengan kejadian yang ada di kecamatan sampolawa dalam acara menyambut hari 17 Agustus dengan perlombaan olahraga menjadi ajang perkelahian antar Pemuda.

Salah satu Tokoh Pemuda Kabupaten Buton Selatan angkat suara terkait hal tersebut, La Ode Idulmin, Ketua Bidang Organisasi Gerakan Mahasiswa Pejuang Rakyat Sultra mengatakan “Pada tanggal 10 Agustus 2025 terjadi kericuhan antar kelompok pemuda di kecamatan sampolawa yang diduga akibat dari keramaian acara joget yang diadakan di desa, Belum lama ini” imbuhnya, Kepada awak media melalui via WhatsApp, Rabu, 13/8/2025.
Ia menambahkan, kejadian yang terjadi di acara joget berlanjut hingga ke acara keramaian 17 Agustus saat pihak pemerintah Kecamatan melakukan perlombaan olahraga.
“Kasus perkelahian terjadi akibat salah seorang terduga pelaku tidak merasa senang akibat ditatap wajahnya, sehingga melakukan aksi penganiayaan secara bersama-sama di keramaian acara joget serta di salah satu area olahraga tersebut” jelasnya.
Lebih jauh, kasus tersebut berlanjut hingga sampai ke ranah hukum dan dilaporkan di Polsek Sampolawa, namun penanganan serta penangkapan terduga pelaku yang dilakukan afik penganiayaan sehingga menyebabkan luka di kepala sebanyak 14 jahitan terkesan lamban oleh pihak kepolisian.
“Mirisnya kejadian seperti ini justru terjadi di peringatan HUT RI ke 80 saya sangat menyayangkan hal ini seharusnya Polsek sampolawa telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan acara joget sebelum kegiatan 17 Agustus, sehingga kericuhan yang diakibatkan acara joget bisa diantisipasi sejak awal namun sudah kejadian baru mengeluarkan surat edaran terkesan sangat lamban dalam penanganan dan mengantisipasi persoalan berbaur dengan hukum” tegasnya.
Kata La Ode, pihaknya meminta kepada Kapolres Buton agar melakukan evaluasi kepada Kapolsek Sampolawa beserta jajarannya, sebab tidak hanya kasus diatas namun masih banyak pula kasus lainnya yang belum terselesaikan bahkan cenderung Ada dugaan nepotisme penanganan kasus dalam wilayah hukum Polsek Sampolawa.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi bersama masyarakat melakukan aksi demonstrasi di Polsek sampolawa dan Polres Buton sebagai bentuk mosi ketidakpercayaan kami kepada aparat penegak hukum wilayah Polres Buton” tuturnya. (Ha).
Editor : Harry

