Mahasiswa KKN UHO Kendari Di Desa Lalemba Disambut Hangat Dan Penuh Harapan

SPIONNEWS.ID, MUBAR – Pembukaan dan penerimaan Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang dilaksanakan di Desa Lalemba, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diantar dan didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) disambut hangat dan penuh harapan oleh Ketua BPD Lalemba dan Kepala Desa Lalemba yang didampingi oleh Sekretaris Desa beserta Perangkat desanya dan beberapa orang Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dan warga Desa Lalemba, Kamis (06/03/2025).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun wartawan spionnews.id yang sedang bertugas di Desa Lalemba, Kecamatan Lawa itu melaporkan bahwa, acara itu dibuka langsung oleh MC, Stevanie Ananda Lunte, yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Koordinator Desa (Kordes) Mahasiswa KKN UHO Kendari di Desa Lalemba, Andrianto Gali.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan; “Kami tim mahasiswa dari (Kendari dan melaksanakan KKN di, Red) Desa Lalemba ini. Itu terdiri dari berbagai macam jurusan yaitu dari Antropologi, Kesejahteraan Sosial, Manajemen, Peternakan, dan dari Fakultas Farmasi UHO Kendari,” ungkapnya.

Baca juga : Sekolah Itu Mencari Ilmu Bukan Mencari Nilai

Selanjutnya, sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Muhammad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UHO Kendari yang diamanahkan oleh Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari untuk menjadi dosen pendamping bagi mahasiswa yang akan KKN Batch 1 di Desa Lalemba pada tahun 2025 ini.

Bapak Muhammad Handoyo Sahumena itu mengungkapkan bahwa, Universitas Halu Oleo Kendari setiap tahun itu mengadakan KKN Batch 1 dan KKN Batch 2. “Angkatan pertama untuk tahun berjalan tersebut itu (dilaksanakan, Red) di luar daratan Sulawesi dan kalau untuk angkatan kedua itu di dalam daratan Sulawesi. Nah kalau tahun lalu (dilaksanakan, Red) di Kabupaten Wakatobi dan kalau tahun ini (dilaksanakan, Red) di Kabupaten Muna dan Muna Barat,” ujarnya, seraya menambahkan, untuk Muna Barat itu adalah tim mahasiswa reguler sedangkan Kabupaten Muna, KKN MBKM namanya.

Keterangan Gambar : Masyarakat Desa Lalemba Bersama Mahasiswa dan Mahasiswi KKN UHO Kendari di Desa Lalemba, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yaitu: 1. Andrianto Gali (Kordes); 2. Rusmiati A. La Marae; 3. Wa Ode Suhardin Yandi; 4. Milka Tri Wildani; 5. Suci Ramadhani; 6. ⁠Riska Mufida; 7. ⁠Setevanie Ananda Lunte; 8. ⁠Siti Rahma Yuli Dagani; 9. ⁠Ningsih Rismawati; 10. ⁠Dini Aminarti; 11. ⁠Ninis; 12. ⁠Asran; 13. ⁠Muh. Arwanda Saputra; 14. ⁠Alun; dan 15. ⁠Ahmad Ramadani. (Foto : Ist. / Rusmiati A. La Marae)

Selain di Desa Lalemba tersebut sebagai lokasi tempat Mahasiswa UHO Kendari melakukan KKN. “Di desa-desa lain di sekitaran Desa Lalemba juga ada Mahasiswa KKN dari Universitas Haluoleo. Menurutnya, hal itu adalah agenda memang yang telah ditetapkan dari Universitas Halu Oleo. “Seperti yang dikatakan oleh Kordes Andriyanto Gali tadi, bahwa tim mahasiswa-mahasiswi di Desa Lalemba ini. Itu terdiri dari berbagai macam jurusan yaitu dari Antropologi, Kesejahteraan Sosial, Farmasi, Manajemen, Peternakan, dan dari Fakultas Farmasi. Dan yang paling banyak seperti yang Bapak ibu lihat, Mahasiswa KKN ini Pak (Kades Lalemba, Red,) kebanyakan perempuan. (Jumlah Anggota TIM KKN UHO Kendari, Red,) lebih dari 15 orang ini. Lima (5) orang laki-laki dan sepuluh (10) orang perempuan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, masih kata DPL UHO Kendari itu, pihaknya memohon dukungan dan kerja samanya dari Kepala Desa dan Sekretaris Desa beserta Perangkat desanya dan seluruh Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dan warga Desa Lalemba dan Anggota BPD Lalemba untuk bisa menerima, memandu, berkolaborasi dan bekerja sama kearah yang lebih baik kedepannya.

“Secara pribadi kami memohon kesediaan Bapak ibu warga desa ini dapat membantu segala program kerja yang telah direncanakan dan akan dilaksanakan di desa ini. Begitu besar harapan kami semoga seluruh hal (yang telah diprogramkan, Red) tersebut bisa dilakukan (atau ilmu yang mereka perolah di bangku kuliah dapat diimplementasikan secara baik dan benar serta berbuah hasil yang menggembirakan, Red) di desa ini,” ucapnya.

Keterangan Gambar : Mahasiswa dan Mahasiswi KKN UHO Kendari di Desa Lalemba, Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yaitu: 1. Andrianto Gali (Kordes); 2. Rusmiati A. La Marae; 3. Wa Ode Suhardin Yandi; 4. Milka Tri Wildani; 5. Suci Ramadhani; 6. ⁠Riska Mufida; 7. ⁠Setevanie Ananda Lunte; 8. ⁠Siti Rahma Yuli Dagani; 9. ⁠Ningsih Rismawati; 10. ⁠Dini Aminarti; 11. ⁠Ninis; 12. ⁠Asran; 13. ⁠Muh. Arwanda Saputra; 14. ⁠Alun; dan 15. ⁠Ahmad Ramadani. (Foto : Ist. / Rusmiati A. La Marae)

Menurutnya, KKN seperti ini memang sebenarnya suatu pembelajaran dari 2 sisi, yang pertama dari mahasiswa, bagaimana mereka akan bisa mengidentifikasi masalah yang mungkin ada di sekitaran desa serta membantu memecahkan masalah berdasarkan disiplin ilmu yang telah mereka miliki.

“Harapan kami mereka selain dapat mengamalkan atau mengaplikasikan bidang keilmuannya juga bisa bersosialisasi langsung kepada masyarakat serta memberi solusilah kepada masyarakat. Maksudnya, harapan kami agar masyarakat di desa ini dapat membantu dan menerima mahasiswa kami serta dapat memanfaatkan kedisiplinan ilmu mereka untuk masalah-masalah yang mungkin ada di tengah-tengah kita,” tandasnya, sembari menambahkan, itu adalah beberapa poin-poin penting yang dapat ia sampaikan, semoga mungkin mereka bisa jadi diberdayakan atau dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya di desa tersebut.

Baca juga : Beauty Influencer Sangat Menggiurkan, Pendapatannya Bisa Mencapai Ratusan Juta Rupiah

Pada kesempatan itu, Bapak Muhammad Handoyo Sahumena, S.Pd., M.sc. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UHO Kendari mengharapkan; “Dan untuk adik-adik mahasiswa mulai hari ini kami dari Universitas Haluoleo mempercayakan kepada masyarakat Desa Lalemba ini untuk bisa belajar dan kalian. Harapan kami itu adalah (semoga kalian semua mahasiswa KKN UHO Kendari,Red) bisa menjadikan Kepala Desa, Pak RT, Kepala Dusun, Ibu PKK serta masyarakat disini sebagai orang tua kalian. Ikuti apa saja saran mereka. Itu adalah demi kebahagian kalian semuanya,” harapnya.

Mereka pun sangat bersyukur dan berbangga bisa berada di lokasi tersebut. Pasalnya, DPL KKN UHO Kendari mengungkapkan bahwa; “Informasi bagi kalian juga bahwa Kecamatan Lawa ini adalah Kecamatan yang luar biasa karena ada dua rektor kita sebelumnya itu, berasal dari Kecamatan Lawa ini, yakni Prof. Usman dan Prof. Zamrud dan harapannya kalian dapat belajar banyak disini,” imbaunya.

Selanjutnya, sambutan ketiga disampaikan oleh Bapak Lakondo sebagai Kepala Desa Lalemba. Beliau pun dengan penuh semangat menegaskan bahwa; “Pertama-tama, saya sampaikan kami Kepala Pemerintah Desa Lalemba sangat berbangga atas kehadiran anak KKN, apalagi diantar langsung oleh dosen pembimbing, hanya perlu kami sampaikan, (bahwa, Red) kami sudah terima dengan lapang dada dengan ikhlas. Hanya permintaan saya, anak KKN harus mengikuti kegiatan masyarakat Kami di Desa Lalemba,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kades Lalemba itu mengatakan bahwa; “Perlu juga saya sampaikan yaitu tempat tinggal jangan sampai tidak berkenan di hati anak-anak-ku sekalian. Lewat kesempatan ini kami perlu memberikan informasi. Jadi jika masih ada kekurangan perlu disampaikan dengan sebaik-baiknya. Pertama-tama saya akan menyampaikan kepada putra-putra (Mahasiswa KKN UHO Kendari, Red) ini. Desa kami ini sebelum di bulan puasa ini banyak yang minum-minum (yang dilarang,Red,) terus terang jangan sampai ada yang gabung-gabung, saya tidak tanggung jawab dan Ketua BPD juga tidak tanggung jawab,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kades Lalemba itu sangat mengharapkan kerja samanya ke arah yang lebih baik dan hindari hal-hal yang tidak diijinkan oleh agama atau negara kita dan tidak perlu khawatir dengan hal itu. Pasalnya, saat ini KKN itu dilaksanakan di bulan suci ramadhan yang penuh berkah dan maqfirah.

“Cuman hanya karena kebaikannya sekarang ini kena bulan puasa. Jadi tidak ada yang minum-minum lagi. Jadi kalau ada teman-teman yang datang berkunjung ke tempat posko jadwalkan sampai jam berapa? (Misalnya jam berkunjung itu hanya sampai, Red) jam 10 ka. Supaya saya sampaikan kepada masyarakat untuk pergi ke posko anak-anak KKN itu sampai jam sekian, keluar posko KKN pun begitu,” ujarnya.

Baca juga : Oknum Dosen UMButon Diduga Lakukan Pelecehan Terhadap Mahasiswi

Menurutnya, silahkan berteman dengan siapa saja tetapi harus ada batasannya. “Nah harapan kami. Saya harapkan kepada putra-nya (sekali lagi saya tegaskan untuk Mahasiswa KKN UHO Kendari, Red) jangan ada itu minum-minum, apalagi pada bulan puasa seperti ini. Artinya jangan keliling, saya tidak larang untuk berteman. Harapan saya itu berteman tapi harus ada batas, jangan sampai pergi sampai di pohonnya. Harapan kami itu seperti itu, jangan sampai pulang ada hal-hal yang tidak diinginkan menjadi sasaran desa (untuk Mahasiswa UHO Kendari tempat ber-KKN,Red), sudah tidak dapat mi Desa Lalemba Mahasiswa KKN. Gara-gara (ulah oknum Mahasiswa,Red) KKN 2025 misalnya, yang kita inginkan setiap tahun itu ada mahasiswa KKN yang datang di Desa Lalemba karena terakhir KKN itu di tahun 2018. Jadi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di posko KKN, tolong langsung diinformasikan,” tutupnya. (RAL)

Editor : Rusly, S.Mn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *