SPIONNEWS.ID, BUTON SELATAN – Zukarli, sosok muda penuh semangat yang akrab disapa Zuka atau Karli, merupakan putra asli Desa Batuatas Liwu, Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ia lahir sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara, dari pasangan almarhum La Topene dan Wa Jalamaa.
Sejak kecil, Zukarli dikenal sebagai pribadi yang Mandiri, Tekun, Ulet, dan Visioner. Nilai-nilai itu menjadi pondasi penting dalam perjalanan panjang dirinya meniti karier, pendidikan, dan pengabdian sosial hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kanturu Molagina Buton Selatan.
Pendidikan dasar Zukarli dimulai di SD Negeri 1 Batuatas Liwu dan dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Batuatas. Ketekunan belajarnya membawanya menempuh pendidikan menengah di MAN 1 Kota Baubau, disana ia aktif sebagai Pengurus OSIS. Disanalah bakat kepemimpinannya mulai terbentuk dan mendapat pengakuan.
Setelah menamatkan pendidikan menengah, Zukarli melanjutkan studi S1 di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, sejak semester tiga ia mendapat tugas sebagai Asisten Dosen di beberapa matakuliah hingga selesai. Disana pula ia mulai aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan yang membentuk karakter intelektual dan sosialnya.
Setelah meraih gelar sarjana, ia pun melanjutkan pendidikan Pascasarjana (S2)-nya di Universitas Brawijaya, Malang, salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Karier profesional Zukarli dimulai dari Yayasan Bakrie Amanah di Jakarta Selatan, lembaga yang bergerak dalam bidang pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia. Melalui yayasan ini, ia terlibat dalam sejumlah program sosial dan pemberdayaan yang menjadi bukti nyata kontribusinya bagi masyarakat luas.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi yang kuat, Zukarli kemudian dipercaya mengemban tugas strategis sebagai Plt. Direktur Perumda Kanturu Molagina, sebuah posisi yang menuntut kompetensi manajerial sekaligus komitmen untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah, khususnya sektor usaha milik daerah.
Sejak mahasiswa, Zukarli telah menorehkan banyak prestasi dalam dunia organisasi. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat KAMMI UMI Makassar, Ketua Pengembangan Aqidah dan Akhlak di BEM Fakultas Pertanian UMI, serta menduduki posisi penting seperti Ketua Kebijakan Publik KAMMI Daerah Makassar dan Wilayah Sulawesi Selatan.
Kariernya di organisasi nasional juga tidak kalah mentereng. Ia dipercaya sebagai Ketua Pengurus Pusat KAMMI Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, serta menjabat Ketua Komite OSIS Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, Zukarli sempat diamanahi sebagai Pelaksana Tugas Komite OSIS Nasional Indonesia, sebuah tanggung jawab besar yang menunjukkan jangkauan kepemimpinannya telah menyentuh tingkat nasional.
Selain itu, ia juga aktif sebagai relawan di ACT Sulsel, Ketua Pengembangan Jaringan Sosial di Servis Center Makassar, dan menjadi Dewan Pembina Himpunan Mahasiswa Buton Bersatu (HIMABB) di Malang. Peran-peran tersebut memperkuat identitasnya sebagai tokoh muda yang menjadikan kolaborasi, kepedulian, dan integritas sebagai landasan perjuangannya.
Dalam kehidupan pribadi, Zukarli menikah dengan dr. Nur Irma Safitri, S.Ked., M.Biomed., seorang akademisi dan peneliti yang saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral (S3) di Niigata University, Jepang. Keharmonisan rumah tangga mereka menjadi penopang bagi kiprah Zukarli yang terus berkembang.(*)
Editor: Rusly, S.Mn.

