RUMMI: Dugaan Kuat Gudang BBM Milik AU Pattimura Digunakan Sebagai Tempat Oplosan Solar oleh Mateos Cs


SPIONNEWS.ID, MALUKU – Rumah Muda Anti Korupsi (RUMMI) menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap dugaan keterlibatan gudang milik TNI AU Pattimura yang diduga kuat digunakan sebagai lokasi pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar oleh kelompok yang dipimpin oleh Mateos Cs.

Menurut RUMMI, informasi ini diperoleh dari sejumlah sumber terpercaya yang menyebutkan bahwa aktivitas mencurigakan sudah berlangsung cukup lama di area yang diketahui berada dalam pengawasan militer tersebut. Kelompok Mateos Cs, yang sebelumnya telah disebut-sebut dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait minyak ilegal di Desa Galala, diduga memanfaatkan lokasi strategis ini untuk melakukan praktik ilegal pengoplosan BBM.

“Kami mendapat informasi valid yang menunjukkan keterlibatan gudang BBM milik AU di kawasan Pattimura dalam praktik oplosan solar. Jika benar, ini bukan hanya pelanggaran hukum, tapi juga mencoreng kehormatan institusi pertahanan,” tegas Koordinator RUMMI Fadel Rumakat ke media ini, Senin (30/06/2025) di Kota Ambon.

Baca Juga : RUMMI Desak Propam Polda Maluku Periksa Bukti Transferan Mateos Dan Oknum Polairud

Lebih lanjut, RUMMI pun mendesak agar Propam TNI maupun penegak hukum sipil untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh atas penggunaan fasilitas negara dalam aktivitas ilegal tersebut. Selain itu, pihaknya juga meminta keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Tinggi Maluku dalam mengusut kemungkinan adanya praktik suap, gratifikasi atau pembiaran sistematis.

“Kami tidak ingin ada institusi yang dijadikan tameng oleh mafia BBM. Sudah cukup rakyat dirugikan. Jika aparat terlibat, maka harus ditindak tegas. Tidak boleh ada yang kebal hukum!,” tegasnya.

Lebih jauh, RUMMI juga mengingatkan, pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset negara, terlebih jika digunakan untuk hal-hal yang berpotensi merusak stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik.

Untuk itu, dalam waktu dekat ini, RUMMI berencana menyurati Panglima TNI, Kepala Staf TNI AU, serta Komisi I DPR RI untuk menyampaikan secara resmi laporan hasil investigasi lapangan yang mereka kumpulkan.

“Kami tidak gentar, dan akan membuka data-data yang kami pegang kepada publik. Negara tidak boleh tunduk pada mafia,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ini diterbitkan, awak media ini belum terkonfirmasi dengan pihak-pihak terkait. (*)

Editor : Erwin Banea

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *